Mohon tunggu...
Dennis Baktian Lahagu
Dennis Baktian Lahagu Mohon Tunggu... Lainnya - Seorang suami dan ayah, stay di Kota Gunungsitoli

Generasi X, penikmat syair-syair Khairil Anwar, fans dari AC Milan, penyuka permainan basketball.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Go Digital, Jalan bagi UMKM Naik Kelas

5 Agustus 2022   13:01 Diperbarui: 5 Agustus 2022   13:59 130 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Toko Aisyah adalah salah satu toko yang terletak di Desa Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Tenda teratak terlihat berdiri disekitar bangunan mungil toko. Orang-orang mulai ramai berdatangan dan duduk menempati kursi-kursi yang telah tersusun dibawah tenda. 

Hari itu, tepatnya 12 Mei 2022, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meresmikan Toko Aisyah sebagai salah satu warung digital. Sejak Tahun 2020 Kementerian Perdagangan telah memberikan bantuan pengembangan warung tradisional menjadi warung digital kepada sebanyak 245 warung yang tersebar di seluruh Indonesia.

Warung dikenal sebagai toko kecil yang menjual barang secara grosir dan eceran. Banyak ditemui di sepanjang jalan dan gang-gang kecil. Bahkan berdiri di sudut-sudut sempit kompleks perumahan. Barang yang disediakan toko-toko kecil tersebut juga beragam. 

Mulai dari jualan permen hingga barang kelontong. Bahkan ada warung yang menjual selain barang kelontong juga sekaligus bahan material bangunan.

Eksistensi warung-warung begitu diuji dimasa pandemi covid-19. Bagaimana tidak, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diprediksi berdampak negatif terhadap arus barang kelola sebuah warung. 

PPKM membatasi gerak keluar masyarakat untuk beraktivitas dan berbelanja. Ditambah lagi peningkatan persentase pengangguran yang melemahkan daya beli masyarakat. Dan ternyata mayoritas warung mampu bertahan dan bahkan bertransformasi menjadi warung berbasis digital, mengadopsi digital marketing. Aktivitas jual beli mempergunakan media digital. Itu ternyata efektif dimasa pandemi.

Warung menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Warung dekat dengan masyarakat dan mudah dijangkau. Selain menjaga kelangsungan hidup owner sekaligus menjaga kelangsungan tatanan hidup masyarakat di sekitarnya. Intinya warung menjadi penggerak roda perekonomian secara mikro, menjaga perputaran uang di pasaran serta membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan. 

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sampai dengan Tahun 2019 terdata 3,5 juta warung tradisional di seluruh Indonesia.

Kisah sukses transformasi warung yang mengadopsi platform digital sudah banyak kita baca, dengar dan melihat sendiri. Selain Toko Aisyah di Bangka Belitung, terdapat pula kedai steak bernama Fasteak di Jl. Kopral Sayom, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Jawa Tengah. 

Ownernya adalah Fransiska Sri Wahyuni, yang awalnya bekerja sebagai pegawai restoran di Yogyakarta namun di PHK karena pandemi. Fastreak menggandeng ojek online dalam pemesanan dan distribusi produknya yang ternyata membantu mempertahankan omzet bulanannya.

Terdapat pula usaha produk berbahan kulit bernama Ostha yang didirikan Tahun 2015 oleh Galih Argian. Ostha yang termasuk kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bertahan dengan berjualan melalui platform online Tokopedia dan juga memanfaatkan marketplace lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan