Mohon tunggu...
Dennise Sihombing
Dennise Sihombing Mohon Tunggu... Fulltime Mother

Panggil saya Dennise.Saya ibu dari Rachelle & Immanuelle.Saya suka berkhayal kadang yang agak nyeleneh,he...he...he...for info contact me: dennisesihombing@gmail.com WA : 087874482128

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Love Commuter Line Part 1

29 November 2015   05:51 Diperbarui: 29 November 2015   07:35 296 1 1 Mohon Tunggu...

Dear Commuterline dan Kompasiana

Perkenalkan nama saya Dennise.Banyak kisah menarik duka ( tetapi lebih banyak sukanya ya…) selama menggunakan KRL Commuterline. Saya menggunakan jasa perkereta apian sejak tahun 1990.Waktu itu tentunya suasanaya tidak senyaman sekarang,bersih dan aman. Dulu,yang namanya kereta ekonomi siapa saja bebas masuk. Alat rumahtangga seperti tangga,buah-buahan di keranjang yang besar,ayam,kambing sampai copet numpuk jadi satu.Dulu,kalau menjelang Lebaran yang namanya kereta ekonomi itu jadi seperti pasar kecil dimana penumpangnya ada yang bawa “dagangan” untuk dijual lagi seperi sarang ketupat,ayam kampung bahkan kambing juga ada. Jangan tanya penumpang  dimana dagangan adanya dimana. Lebih besar kapitas barang dagangan daripada penumpang.Karena rata-rata buah-buahan itu memakai keranjang bambu yang dianyam,jadi makan tempat. Nyaman gak sih di kereta ekonomi?oooh…tentu saja tidak! Apalagi yang namanya kalo hujan seperti sekarang ini penumpang bisa ikutan basah kuyup di dalamnya.Karena pintu tidak tertutup,kaca jendela rata-rata pecah.Yang tidak nyamannya lagi di kereta tentunya copetnya itu loh yang luaaarrr….biasa banyaknya.Mereka ber-genk di dalam 1 gerbong.Rata-rata 4-5 orang.Para copet itu paling senang kalo kereta  puadaaat.Karena mereka jadi lebih mudah untuk menyilet tas penumpang.Dan hal paling ekstrim yang pernah saya saksikan adalah copet jambret di kereta.Dimana sasarannya adalah kalung emas,handphone dan tas perempuan,setelah menjambret mereka langsung lompat disaat kereta berjalan.Benar-benar adegan yang menegangkan.

Untunglah sekitar tahun 2011 PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) langsung berbenah.Dengan mengadakan uji coba kereta dari kereta Pakuan,Ekspress,ekonomi beralih semuanya ke kereta Commuterline  ( CL ) sambil menerbitkan kartu Commuterline untuk pelanggan kereta.Kegunaan dari kartu ini adalah lebih praktis karena tidak perlu antri di kasir lagi.Jadi bisa langsung di tempel di pintu masuk saat masuk stasiun dan keluar stasiun. 

Banyak terjadi pro dan kontra.Yang terbiasa naik kereta Pakuan dari Bogor ke Jakarta merasa dirugikan dari segi waktu karena kereta Commuterline setiap stasiun berhenti sementara Pakuan hanya beberapa stasiun saja berhentinya.Sedangkan pengguna kereta ekonomi yang terbiasa dengan harga karcis murah berkisar antara Rp 1500-2000 merasa keberatan dengan harga tiket yang lebih mahal sekitar Rp 5000- 6000.

Beberapa kali terjadi perubahan tarif harga dalam rangka penyesuaian akhirnya di tanggal 1 April 2015  ditetapkanlah harga Rp 5000 dengan rincian 1-25km pertama dimana penumpang hanya dibebankan Rp 2000 saja Rp 3000 subsidi dari pemerintah  begitupun penambahan selanjutnya 1-10km tarifnya Rp 1000 tetapi penumpang hanya dibebankan Rp 500 karena subsidi Rp 500 dari pemerintah.Baik ya pemerintah Indonesia….

 

Oh ya untuk penumpang yang tidak tiap hari naik Commuterline PT KAI juga menyediakan Tiket Harian Berjamin ( THB ) dimana penumpang hanya membayar kartu jaminan Rp 10.000 dan harga tarif sesuai dengan jarak.Misalkan saja Anda pergi menuju stasiun akhir Kota dari Stasiun Lenteng Agung maka pembayaran di kasir Rp 10.000  THB dan Rp 3.000 biaya jarak dan saat keluar dari stasiun kartu bisa ditukarkan kembali di kasir stasiun dan uang Rp 10.000 akan kembali.

 

Cerita tentang kereta Commuterline ( CL ) memang seru…..

Hmmm…cerita dukanya dulu ya!seminggu terakhir ini jalur kereta api rada crowded.Dimana saat kereta pagi akan masuk ke stasiun Gambir dari arah Selatan lama sekali ditahannya.Begitupula memasuki stasiun Juanda,Sawah Besar hingga masuk Kota.Hal ini karena trafic perjalanan perkeretaan apian yang banyak,”First In and First Out “ dimana yang masuk harus diimbangi dengan yang keluar dari stasiun Kota.Tetapi dalam setiap pekerjaan memang “tidak ada yang sempurna”. Saya,sebagai penumpang sadar betul bahwa PT KAI selalu ingin memberikan yang terbaik tentunya untuk penumpang.Tetapi kadang “tehnical error” memang diluar dugaan.Seperti gangguan sinyal,ini tidak bisa dihindari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x