Mohon tunggu...
Denissa Aristyani
Denissa Aristyani Mohon Tunggu... Hello there!

Mahasiswi (hampir) tingkat akhir, suka Day6 dan nonton film.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Akhir Karier Lee Chong Wei, Sang Raja Super Series

14 Juni 2019   23:06 Diperbarui: 15 Juni 2019   23:12 0 6 1 Mohon Tunggu...
Akhir Karier Lee Chong Wei, Sang Raja Super Series
Lee Chong Wei pada All England 2017 | The Star Online

Salah satu pebulutangkis terbaik Malaysia, Lee Chong Wei menyatakan pensiun pada Kamis (13/6/2019) dalam konferensi pers yang digelar di Menara KBS, Malaysia. Keputusan tersebut diambil Chong Wei setelah kondisi kesehatannya tak lagi mendukung untuk kembali bertanding di lapangan, perjuangannya melawan kanker hidung tak kunjung menghidupkan lampu hijau bagi harapannya untuk kembali berjumpa dengan sebuah laga. 

"Ini adalah keputusan yang sulit bagi saya karena saya sangat menyukai olahraga ini (bulutangkis) namun kesehatan saya lebih penting," ucap Chong Wei dalam konferensi pers yang ditayangkan CNA

Lee Chong Wei dan Menpora Malaysia, Syed Saddiq pada Konferensi Pers (13/6/2019) | Reuters
Lee Chong Wei dan Menpora Malaysia, Syed Saddiq pada Konferensi Pers (13/6/2019) | Reuters
Pebulutangkis berusia 36 tahun ini pertama kali didiagnosis menderita kanker hidung pada Juli 2018 hingga membuatnya harus mundur dari Kejuaraan Dunia dan Asian Games di tahun tersebut. Selama absen dari pertandingan, Chong Wei menjalani perawatan dan pemulihan secara intensif di Taiwan.

Sempat kembali berlatih pada Januari 2019 dan berencana untuk kembali berlaga di turnamen Malaysia Terbuka (April), Chong Wei justru harus mengurungkan niatnya setelah tim dokter tak memberikan izin untuk kembali menantang lawan.

Melewati banyak turnamen individu, Chong Wei juga tak turut serta membela timnas Malaysia pada Piala Sudirman yang baru digelar bulan Mei kemarin di Nanning, China.

Tak ada gading yang tak retak, Chong Wei mengakhiri karier dengan beberapa gelar yang tak sempat ia gapai. Mantan pebulutangkis nomor satu dunia ini masih sempat berharap dapat meraih emas pada Olimpiade Tokyo yang akan digelar tahun depan. Chong Wei pada akhirnya harus puas dengan 3 medali perak Olimpiade (Beijing 2008, London 2012 dan Rio de Janeiro 2016) yang berhasil ia raih kala masa kejayaannya. 

"Saya menyesal 100 persen tidak mendapat emas Olimpiade, saya berharap atlet Malaysia dapat meraih satu emas, ini juga merupakan mimpi saya," ungkap Chong Wei pada konferensi pers.

Tak hanya Olimpiade, Chong Wei juga harus puas dengan 3 medali perak (2011, 2013, 2015) dan 1 medali perunggu (2005) Kejuaraan Dunia. Bukan dengan kemenangan, kegagalan beruntun Chong Wei di final perhelatan akbar harus diakhiri dengan pengunduran dirinya sebagai pebulutangkis profesional. 

Meski tak ada emas dalam catatan perjalanan kariernya di major events, sepak terjangnya yang gemilang di turnamen Super Series jelas tak terbendung. Chong Wei merajai Super Series dengan 46 gelar dan 1 gelar World Tour. Malaysia Terbuka menjadi turnamen yang paling bersahabat dengannya, Chong Wei mengoleksi 12 gelar yang 7 di antaranya diraih secara beruntun (2008-2013). Chong Wei juga memiliki catatan yang baik pada All England dengan koleksi 4 gelar (2010, 2011, 2014, 2017). 

Telah dikenal oleh banyak pecinta bulutangkis tanah air, namanya juga terukir manis di turnamen Indonesia Terbuka. Chong Wei berhasil merebut 6 gelar juara (2007, 2009, 2010, 2011, 2013, 2016) hingga akhir kariernya. Tak heran jika kesedihan yang dirasakan Malaysia dirasakan juga oleh Indonesia, Istora ditinggalkan Chong Wei pada akhirnya.  

Lee Chong Wei pada Malaysia Terbuka 2018 | Malay Mail
Lee Chong Wei pada Malaysia Terbuka 2018 | Malay Mail
Tak hanya julukan "King of Super Series" yang melekat pada diri pebulutangkis kelahiran Perak, Malaysia ini, Chong Wei juga dikenal akan persaingannya dengan Lin Dan (China), keduanya melegenda karena telah menciptakan salah satu persaingan terbaik yang pernah ada. Mustahil rasanya untuk melupakan setiap laga yang mempertemukan keduanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2