Mohon tunggu...
Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Mohon Tunggu... Seniman - menulis adalah obat hati

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan "Prabowo Effect" di Jawa Barat

12 Desember 2017   21:44 Diperbarui: 12 Desember 2017   21:53 4127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat Sumber: @Facebook Prabowo Subianto

Ada yang mengejutkan pada hari sabtu 9 Desember 2017 lalu . Prabowo mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018. Mayjen TNI (Purn) Sudrajat adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1971, yang memiliki jabatan terakhir sebelum pensiun pada tahun 2005 adalah Dirjen Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan pada 2003.

Tentu saja keputusan Prabowo kali ini cukup mengejutkan, karena dalam Bursa Pilgub Jawa Barat 2018, nama Sudrajat tidaklah diperhitungkan. Prabowo selalu penuh kejutan di detik akhir, saya rasa prediksi saya pada artikel-artikel sebelumnya berdasar. Karena tidak ada yang bisa menebak langkah dan manuver politik mantan Danjen Kopassus tersebut.

Padahal dalam bursa Cagub Jawa Barat 2018 nama Sudrajat tidak lah sepopuler bahkan masih kalah jauh dari dua nama, yaitu Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Yang kini masih bertengger pada dua besar pada survey calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Memang Hubungan antara Gerindra dengan Deddy Mizwar terlihat kurang harmonis belakangan ini. Deddy Mizwar memilih menjadi kader Demokrat dibandingkan memenuhi tawaran Gerindra untuk menjadi kadernya.

Apalagi Ridwan kamil yang memang semenjak menerima pinangan Nasdem pada maret 2017 lalu, Membuat Gerindra dan Ridwan Kamil berbeda kubu hingga saat ini.

Mungkin karena hubungan yang kurang harmonis terhadap kedua tokoh tersebutlah yang pada akhirnya membuat Gerindra membuat kubu baru mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat.

Tetapi mengapa Sudrajat? Padahal nama Sudrajat senyap dan kurang begitu populer di Jawa Barat, apalagi dibandingkan dengan Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Padahal secara matematika politik, peluang Gerindra akan lebih besar menang jika mengusung Deddy Mizwar.

Rasanya bukan Prabowo namanya jika tidak menimbang strategi sebelum memutuskan. Meskipun nama Sudrajat kurang diperhitungkan hingga akhirnya  Prabowo mengusungnya pada 9 desember lalu. Tetapi entah kenapa secara tiba-tiba nama Sudrajat menarik perhatian besar media massa.

Nama Sudrajat yang dahulu kurang diperhitungkan, kini menjadi buah bibir masyarakat di Jawa Barat bahkan seluruh Indonesia. Perlahan tapi pasti, media massa dan masyarakat pun akan terus mencari rekam jejak dari Sudrajat, dan tentu peluang Sudrajat untuk populer ada disitu.

Dan benar saja, jika bicara rekam jejak, Sudrajat adalah urang sunda asli, lulusan Harvard University, pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, dan tentu saja yang menjadi rekam jejak terpenting bagi masyarakat Jawa Barat adalah kedekatan dengan ulama dan tokoh masyarakat.

Secara langsung rekam jejak yang termasuk baik tersebut mengemuka ke publik, dan perlahan tapi pasti nama Sudrajat akan terus melonjak Popularitasnya. Prabowo adalah sang ahli strategi dan sudah pasti dengan mengusung Sudrajat akan mengalami banyak tantangan ketimbang mengusung tokoh populer seperti Ridwan Kamil dan Demiz.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun