Mohon tunggu...
Dedy Padang
Dedy Padang Mohon Tunggu... Petani - Orang Biasa

Sedang berjuang menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana yang sangat baik untuk menenangkan diri dan tidak tertutup kemungkinan orang lain pula.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tentang Sulitnya Menemukan Inspirasi Menulis dan Timbulnya Kesadaran akan Pentingnya Membaca

18 Maret 2021   09:45 Diperbarui: 18 Maret 2021   09:58 209
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi pribadi

Pagi ini saya ingin menulis. Namun sayang sekali, ternyata keinginan itu tidak disertai dengan kehadiran inspirasi di kepala dan akhirnya aku pun tak tahu mau menulis apa pagi ini. Namun saya tetap ingin menulis.

Bukan tanpa usaha saya mencari dan menemukan inspirasi menulis pagi ini. Sebuah buku yang menceritakan refleksi-refleksi orang telah ada di hadapanku. Pikirku, refleksi orang lain akan membantu ku berefleksi juga. Namun tetap juga inspirasi itu tidak saya dapatkan padahal notebook ku sudah saya nyalakan sejak keinginan untuk menulis itu muncul.

Saya mencoba mencari inspirasi dari berbagai status WhatsApp dari teman-temanku yang masuk pagi ini. Ternyata hasilnya sama saja, tidak ada yang menggugah hati dan pikiranku untuk menulis sesuatu. Dan akhirnya muncullah artikel ini yang kutulis berdasarkan pengalaman ku yang mencari inspirasi namun belum menemukannya.

Saya sadar bahwa sejak saya membangun niat untuk menulis, keinginan untuk menulis selalu muncul setiap kali masuk ke kamar. Namun sayangnya, keinginan itu tidak selalu disertai dengan inspirasi. Meskipun demikian, untuk menepati niat yang sudah dibangun serta juga untuk menjaga konsistensi dalam menulis, maka apa pun katanya, entah ada inspirasi atau tidak, saya harus menulis di setiap waktu yang telah kutentukan  untuk menulis. Inilah yang sedang saya lakukan dengan artikel ini.

Dengan artikel ini saya hendak berbagi cerita tentang betapa sulitnya bagiku untuk menemukan inspirasi untuk menulis. Namun itu saya sadari sebagai akibat dari pribadi ku yang malas membaca, bukan saja membaca buku tetapi juga membaca setiap peristiwa kehidupan yang kualami di lingkungan sekitarku.

Tentang malas membaca buku, saya adalah orang yang tidak memiliki koleksi buku favorit. Di kamar, buku yang tersedia hanyalah buku-buku "master" seperti buku-buku tafsir dan kamus. Saya sebut sebagai buku master karena dari sana didasarkan sebuah gagasan. Hanya persoalannya ialah, keberadaan buku master itu tidak saya dukung dengan buku-buku yang memuat penerapannya. Akibatnya, sekalipun ada gagasan dasar, namun tentang bagaimana hal itu dikembangkan saya tidak mengetahuinya.

Pernah suatu hari seorang mahasiswa datang kepadaku untuk meminjam buku. Karena dia tidak percaya kalau saya tidak memiliki koleksi buku, maka saya mengajaknya untuk melihat rak buku ku secara langsung. Lalu ia menyumbangkan sebuah buku untuk mengurangi kekosongan dari rak buku ku. 

Oleh karena itu, pengalaman pagi ini menggugah saya untuk membuat jadwal membaca buku. Jadwalnya bukan berdasarkan waktu dalam sehari, tetapi jumlah halaman perhari atau jumlah buku perminggu agar tidak terjebak di antara "nanggung" membacanya sehingga idenya belum bisa ditangkap atau membaca sekadarnya saja. 

Selain membangun niat untuk membaca buku, saya juga membangun niat untuk membaca setiap peristiwa kehidupan yang kualami di dunia sekitarku. Untuk hal ini saya mengandalkan buku saku. Setiap kali ada hal yang menggugah hati dan pikiranku maka akan saya catat di dalam buku saku tersebut. Dan malam harinya, sebelum tidur, untuk semua hal yang telah tercatat itu saya rangkum di dalam buku refleksi harian.

Lalu kapan saya akan menulis? Untuk jadwal menulis, saya akan menulis di pagi dan malam hari karena di dua waktu itulah saya bebas dari jadwal bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun