Mohon tunggu...
Dedy Padang
Dedy Padang Mohon Tunggu... Petani - Orang Biasa

Sedang berjuang menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana yang sangat baik untuk menenangkan diri dan tidak tertutup kemungkinan orang lain pula.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mie Rebus Cafe

2 Agustus 2020   22:04 Diperbarui: 2 Agustus 2020   21:58 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ini bukan sekedar perkara memilih, atau mie rebus atau mie goreng, tetapi lebih dari itu. Ini perkara tentang keengganan yang timbul karena merasa akan merepotkan. Dan akibatnya aku lebih memilih untuk tidak jujur tentang apa yang kuinginkan untuk saya nikmati, yaitu mie rebus. 

Itu terjadi di sebuah cafe milik teman sendiri yang kepadanya kami sangat akrab. Saya bersama dengan teman-teman berkunjung ke tempatnya untuk sekedar penyegaran setelah bekerja penuh sepanjang hari.

Kebetulan kami sedang lapar meskipun sesungguhnya jam makan belum tiba. Mungkin lebih tepatnya kami ingin makanan ringan. Lalu dengan keramahan seperti biasa terjadi, dia menawarkan kami untuk makan mie. Kedua temanku memilih mie rebus. 

Dalam hati saya ingin mie goreng. Tetapi saya melihat bahwa akan lebih menyibukkannya jika memasak dua jenis makanan maka saya pun memilih menu yang sama, yaitu mie rebus. 

Ada rasa yang tidak pas dalam hatiku. Mungkin teman saya itu berpikir bahwa saya memang suka mie rebus sehingga dia akan  sangat senang hati membuatkannya bagi ku dan juga bagi teman-teman yang lain. Nyatanya saya hanya memilih untuk tidak merepotkan daripada memberi kesempatan bagi temanku itu untuk menyenangkan ku. 

Akhirnya saya menikmati mie rebus sajian teman ku itu. Rasanya tidak membuat saya kecewa karena teman-teman yang lain sangat lahap menikmatinya. 

Yang membuat hati saya susah ialah mengapa saya lebih memilih untuk tidak jujur dari pada merepotkan orang lain. Mana yang lebih besar dosanya, tidak jujur atau membuat repot orang lain? 

Setelah menikmati mie rebusnya saya jalan-jalan kecil menikmati pemandangan sekitar yang memang cukup memuaskan daya estetika saya. 

Tiba-tiba saya melirik sebentar ke tempat teman saya itu bekerja. Dan rasa yang muncul dalam hati ku ialah rasa bangga karena telah lebih memilih untuk berbohong dari pada merepotkannya. 

Dari tempat saya berdiri saya melihat bahwa ia sungguh sangat repot melayani pengunjung. Dia bolak balik keluar dapurnya untuk membawa makanan ke meja pengunjung. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun