Mohon tunggu...
Dewi Rieka
Dewi Rieka Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Buku, Blogger www.dewirieka.com dan Founder Ruang Aksara

Penulis 39 buku tinggal di Ungaran, Kabupaten Semarang, membuka kelas menulis online www.ruangaksaraku.com. Buku baruku Sukses Jadi Travel Blogger! (Grasindo, 2020), Petualangan Rumi (BIP, 2019).

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Jika Naskah Bukumu Gagal Terbit

21 Agustus 2019   08:39 Diperbarui: 21 Agustus 2019   10:55 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 

Halo,

Menjadi penulis tentu banyak suka dukanya. Jatuh bangunnya. Kalah lomba menulis, atau audisi menulis naskah, itu sudah biasa. Ditolak oleh penerbit dan redaksi media massa juga mungkin makanan sehari-hari yang yang harus kita kunyah. 

Bagaimana dengan naskah yang gagal diterbitkan? Itu juga bisa terjadi. Ketika kita menerima kabar gembira dari penerbit incaran kita, naskah kita diterima atau lolos untuk diterbitkan, tentu saja kita melayang ke langit ketujuh, hehe.

Siapa sih yang nggak hepi lolos saringan tim redaksi yang super ketat dan siap-siap karyanya bakal mejeng di toko buku? Tapi, jika tahap lolos, sebisa mungkin aku berusaha nggak terlalu excited. 

Bukan apa-apa, karena perjalanan sebuah naskah untuk berubah wujud jadi buku yang layak dinikmati pembaca, mejeng di toko buku kesayangan masih jauh. Kenyataan bisa berbicara lain. 

Ya, Apa saja bisa terjadi dalam rentang waktu yang tidak sebentar itu. Kalau tak salah hitung, ada sekitar tiga-empat kali naskah bukuku yang mendapat kabar lolos saringan penerbit dan bakal diterbitkan ternyata GAGAL TERBIT. Beberapa bahkan sudah ditandatangani Surat Kontraknya.

Penyebabnya beragam. Mulai dari trend perbukuan yang berubah dengan cepat. Buku yang digadang bakal mendapat respon positif ternyata tidak musim lagi untuk dinikmati. Ada pula yang naskah tinggal naik cetak, ternyata batal karena pergantian manajemen, bahkan penerbit yang bangkrut.

Apa yang kita lakukan ketika mendapat kabar gagal terbit? Ditolak?

Tak ada cara lain, berusaha tegar.

Tersenyum walau pahit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun