Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Pentingnya Kesehatan Mata untuk Berkendara

20 November 2021   00:45 Diperbarui: 20 November 2021   17:42 560
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pengendara saat hujan tanpa mengatupkan kaca helm. Sumber: via Kompas.com/M Lukman Pabriyanto

Justru, dengan cedera Marquez, menurut saya, publik makin respek dengannya. Para pembalap juga makin tahu bahwa Marquez masih punya standar kualitas tersendiri.

Marc Marquez masih merupakan pembalap terbaik MotoGP, meski sempat cedera parah. Sumber: Getty Images/Mirco Lazzari GP/via AFP/via Kompas.com
Marc Marquez masih merupakan pembalap terbaik MotoGP, meski sempat cedera parah. Sumber: Getty Images/Mirco Lazzari GP/via AFP/via Kompas.com

Itulah yang membuat saya masih sangat berharap Marquez dapat kembali. Dia tidak harus langsung menjadi juara dunia pada musim 2022. Setidaknya, dia bisa menata kembali pondasi kekuatannya seperti yang dia lakukan pada musim 2021.

Fokus utama Marquez saat ini dan selama beberapa musim ke depan adalah meminimalisir cedera. Terutama yang bisa mencederai kepala hingga mengganggu penglihatannya.

Tidak hanya bagi pembalap seperti Marquez yang menganggap penglihatan adalah faktor krusial. Bagi pengendara umum yang menggunakan kendaraan jenis apa pun--termasuk sepeda, kualitas penglihatan adalah syarat tertinggi yang harus dicapai.

Kesehatan mata sangat krusial dalam berkendara. Sumber: Unsplash/Bacila Vlad/via Kompas.com
Kesehatan mata sangat krusial dalam berkendara. Sumber: Unsplash/Bacila Vlad/via Kompas.com

Saya bisa menjadi salah satu contoh pengendara kendaraan bermotor yang sering apes saat berkendara di malam hari. Dan, itu sering disebabkan oleh kualitas penglihatan yang tidak sempurna.

Sekalipun saya sudah berkacamata, biasanya saya malah tidak nyaman ketika dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Seperti yang sudah kita tahu, bahwa saat malam, kendaraan bermotor sangat wajib menyalakan lampu depannya, itulah yang kemudian bagaikan "dua mata pisau" bagi saya.

Pada satu sisi menjadi keuntungan, karena saya bisa mengetahui bahwa ada kendaraan lain yang melintas di sisi berlawanan. Terutama, kalau ada tikungan, nyala lampu depan dari kendaraan lain sangat bermanfaat untuk mendeteksi keberadaan kendaraan lain.

Tetapi, pada sisi lain, nyala lampu depan bisa sangat menyilaukan mata. Ditambah, saat ini sudah tren kendaraan yang menggunakan lampu LED pada lampu depannya. Itu memang menguntungkan bagi si pengendaranya, tetapi bisa merugikan bagi pengendara lain, terutama pengendara yang sudah berkacamata.

Meskipun, mata rabun bisa disiasati dengan menggunakan kacamata sesuai jenis dan tingkat rabunnya, saya pikir kualitas mata sudah berbeda dibandingkan mata normal. Dikarenakan, mata normal cenderung mampu mengatasi segala permasalahan termasuk menghadapi sensitivitas terhadap cahaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun