Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com | Alamat surel: deddyhsuryanto@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Jorge Lorenzo, Gagap Pensiun, dan Kebenaran yang Tidak Selamanya Baik

10 Maret 2021   22:00 Diperbarui: 11 Maret 2021   12:42 531 37 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jorge Lorenzo, Gagap Pensiun, dan Kebenaran yang Tidak Selamanya Baik
Jorge Lorenzo. Gambar: Tuttomotoriweb via Kompas.com

Lagi dan lagi, saya menemukan berita tentang Jorge Lorenzo yang beradu komentar di media sosial dengan pebalap MotoGP. Setelah identik berseberangan dengan mantan rekan setimnya di Ducati Team, Andrea Dovizioso, kini Lorenzo berseberangan dengan Cal Crutchlow.

Sejak Lorenzo gagal beradaptasi dengan motor Repsol Honda, ia menjadi pesakitan. Lorenzo kemudian memilih pensiun pada akhir 2019.

Saat itulah, ia mulai seperti kaum pensiunan yang kabarnya sering cemas saat menjadi pengangguran, Lorenzo pun terindikasi demikian. Cukup beruntung, di awal tahun 2020 dia mendapatkan jabatan sebagai pebalap penguji di Yamaha.

Hanya saja, secara takterduga, dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Akibatnya, seluruh tim gagal melakukan pengujian terhadap motor. Bahkan, juga tidak ada 'wild card' untuk pebalap penguji turun ke suatu seri balap.

Itu membuat sumbangsih Lorenzo kepada Yamaha bisa dikatakan tidak ada. Padahal, ia bukan pebalap penguji biasa. Ia adalah juara dunia MotoGP tiga kali.

Tetapi, alih-alih dapat privilese untuk mendesak tim manajemen atau juga kepala tim Yamaha untuk memberi jatah uji coba, Lorenzo cenderung hanya meratapi ketidakpercayaan tim terhadapnya. Ada dua contoh yang dapat melandasi hal tersebut.

Pertama, keberadaan pebalap penguji yang bisa turun di suatu seri. Saya ingat, bahwa pada suatu seri pada musim 2020, Ducati Team menurunkan satu motor lagi untuk dikendarai Michele Pirro.

Artinya, jika Ducati tetap dapat memberikan jatah 'wild card' kepada pebalap pengujinya, mengapa Yamaha tidak? Bahkan, KTM saja menurunkan Mika Kallio, walau Dani Pedrosa urung ambil bagian.

Kedua, pebalap penguji dapat turun menggantikan pebalap utama yang absen. Musim 2020 adalah musim yang berat bagi MotoGP. Jadwal pendek, pebalap rentan cedera, dan pebalap juga bisa absen karena terpapar virus Corona.

Tidak hanya Repsol Honda yang kehilangan Marc Marquez, akibat cedera parah. Yamaha pun sempat ditinggal Valentino Rossi akibat positif Covid-19.

Rossi sempat absen beberapa seri, namun Yamaha membiarkan Maverick Vinales bertarung sendirian membawa panji Yamaha Monster Energy. Bahkan, mereka memilih menurunkan pebalap asal Amerika Serikat, Garrett Gerloff, untuk meminjam motor Rossi, alih-alih Lorenzo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN