Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kunci Sukses Sevilla Mengalahkan Inter Milan

22 Agustus 2020   06:36 Diperbarui: 22 Agustus 2020   14:14 111 13 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kunci Sukses Sevilla Mengalahkan Inter Milan
Perayaan juara Sevilla di final Liga Europa 2019/20 (22/8), Cologne, Jerman. Gambar: Twitter/EuropaLeague

Tidak ada yang bisa memastikan siapa yang juara ketika laga belum dimulai, itulah yang terjadi pada final UEFA Europa League 2019/20. Final yang berlangsung di Cologne/Koln (22/8), Jerman itu mempertemukan dua tim yang jarang diprediksi akan bertemu di laga sepenting ini, Sevilla vs Inter Milan (3-2).

Inilah yang membuat keduanya masih saling berhipotesis tentang bagaimana cara untuk mengalahkan lawan. Apakah Sevilla akan bermain seperti saat berhadapan dengan Manchester United di semifinal? Apakah Inter seefektif saat mengalahkan Shakhtar?

Jawabannya baru terlihat ketika laga sudah berjalan selama 45 menit. Di situ mulai terlihat ada perbedaan, walau masih sangat sedikit. Penyebabnya adalah skor saat itu masih 2-2.

Sevilla mencetak dua gol lewat dua sundulan akurat Luuk De Jong, dan Inter sempat unggul melalui gol penalti Romelu Lukaku lalu menyamakan skor lewat sundulan Diego Godin. Melalui 4 gol ini ada poin penting yang diperlihatkan Sevilla dan Inter.

Poin penting dari Sevilla adalah mereka memainkan pola patennya seperti ketika berhadapan dengan Manchester United. Mereka menggunakan bola-bola lambung untuk memperlancar serangan dan menembus lini pertahanan Inter yang sebenarnya kuat untuk duel udara.

Di sana ada trio bek tengah Godin, De Vrij, dan Bastoni. Namun, Julen Lopetegui tak gentar dengan keberadaan tiga bek tinggi itu, karena Sevilla punya Luuk De Jong. Pemain ini pun dipasang sebagai starter.

Penyerang asal Belanda itu di laga sebelumnya berhasil menjadi supersub dengan mencetak gol kemenangan yang menimbulkan percekcokan "rumah tangga" antara Victor Lindelof dan Bruno Fernandes. Golnya pun sudah memberikan petunjuk bahwa itu yang dijalankan Lopetegui di final ini, bola-bola lambung dan De Jong mengeksekusinya tepat di depan gawang lawan.

Terbukti, strategi itu jitu, karena mampu membuat Sevilla tetap mengangkat kepala ketika memasuki ruang ganti. Masih ada peluang untuk menang dan juara dengan skor sama kuat.

Bagaimana dengan Inter?

Permainan Inter juga sebenarnya sama seperti saat melawan Shakhtar Donetsk. Mereka tidak terlalu dominan dan cenderung lebih pelan dari tempo yang diperagakan Sevilla. Namun, satu hal yang mulai menunjukkan perbedaannya dengan laga sebelumnya adalah emosi.

Emosi di kubu Inter mulai terlihat. Memang, faktor final bisa menjadi pengaruh. Namun, ini bisa menjadi perhatian krusial bagi lawan dan lawan bisa saja memanfaatkannya di babak kedua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN