Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

3 Hal Penting bagi Erling Haaland atas Debut Fantastisnya

19 Januari 2020   16:30 Diperbarui: 21 Januari 2020   05:02 527 13 3 Mohon Tunggu...
3 Hal Penting bagi Erling Haaland atas Debut Fantastisnya
Penyerang Bosrussia Dortmund, Erling Braut Haaland, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Ausgburg di Stadion WWK Arena, Sabtu (18/1/2020). (Foto: AFP/MARCEL ENGELBREC)

Mencetak hattrick dalam 20 menit mungkin "biasa" bagi striker di seluruh dunia. Namun, ketika hal itu dilakukan oleh pemain yang menjalani debut di klub baru, itulah yang tidak banyak pemain dapat melakukannya.

Erling Braut Haaland adalah si pemain yang berkesempatan untuk melakukannya, dan itu menjadi trending topic di Jerman maupun di Austria -bekas kompetisi yang dia arungi sebelumnya. 

Bahkan, bisa saja di kalangan penggemar Manchester United, ini adalah hal yang sangat mengecewakan. Karena, penyerang asal Norwegia itu pernah diisukan akan direkrut oleh Man. United.

Namun, si pemain justru memilih bergabung dengan Borussia Dortmund. Suatu pilihan yang bisa dikatakan tepat. Karena di usianya yang masih belum genap 20 tahun, sangat riskan untuk langsung bermain dengan nama klub sebesar Man. United. Mengapa?

Tuntutan. Tuntutan di klub seperti Manchester United pasti berbeda dengan di Borussia Dortmund. Apalagi Dortmund adalah salah satu klub di Eropa yang sangat ramah untuk pemain-pemain muda. Terbukti, Robert Lewandowski, Shinji Kagawa, Nuri Sahin, dan Mario Goetze pernah dibesarkan oleh Dortmund.

Dortmund seperti Ajax di Eredivise Belanda, juga seperti Southampton di Premier League Inggris. Mereka adalah klub-klub yang sangat percaya dengan kualitas pemain muda, dan mereka tidak mengincar target jangka pendek.

Kalaupun mereka dapat meraih juara, itu karena mereka mencari titik-titik peluang, tidak seperti klub-klub (bernama) besar yang ambisius untuk meraih banyak gelar dalam semusim. 

Sedangkan klub-klub seperti Dortmund lebih mengutamakan pertumbuhan dan perkembangan permainan -dan pemain. Juara adalah bonus dari kerja keras itu.

Sebenarnya di Ajax juga demikian. Hanya, karena Ajax adalah tim besar di liga Belanda, maka mereka sudah terbiasa menargetkan juara khususnya untuk bersaing dengan PSV Eindhoveen dan lainnya di kompetisi domestik. 

Namun jika berbicara pentas Eropa, mereka akan menganggap kompetisi itu adalah panggung untuk "bersenang-senang", bukan dengan tekanan.

Terbukti, ketika mereka mulai percaya diri dan mendapatkan tekanan -untuk ke final, justru mereka gagal. Begitu pula pada Dortmund di era Jurgen Klopp yang secara step by step mencoba membangun pondasi untuk juara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x