Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Akankah Nasib Lieke Martens Lebih Baik dari Lionel Messi?

4 Juli 2019   17:53 Diperbarui: 4 Juli 2019   18:13 0 4 3 Mohon Tunggu...
Akankah Nasib Lieke Martens Lebih Baik dari Lionel Messi?
Kolase Lieke Martens. (Popular-world.com)

Sama-sama berinisial LM, Lieke Martens juga seperti Lionel Messi, yaitu menjadi pemain Barcelona. Bedanya, Lieke Martens adalah pesepakbola profesional perempuan. Sehingga, dirinya membela skuad Barcelona versi perempuannya atau yang lebih familiar disebut wanita.

Berdasarkan kualitas permainannya pula (untuk level perempuan), Martens disebut-sebut sebagai Messi versi wanita. Bedanya, Messi menyandang nomor 10 di Barcelona, sedangkan Martens lebih memilih nomor 22. Nomor yang memang kurang familiar dikenakan oleh pemain yang sangat diandalkan oleh timnya.

Pemilihan nomor itu tidak salah, karena, Martens tetaplah mampu menunjukkan kapasitasnya untuk Barcelona. Terbukti, Barcelona Women mampu melangkah sampai final Liga Champions Wanita (UWCL) di Budapest, meski harus takluk dari Lyon Women.

Soal kontribusi, torehan gol sepanjang karirnya juga banyak. Tidak hanya untuk Barcelona namun juga untuk timnasnya, Belanda. Bersama timnas Belanda, Martens bahkan mampu merengkuh juara EURO 2017 dengan mengalahkan Denmark di final.

Martens populer di negaranya. (Welingelichtekringen.nl)
Martens populer di negaranya. (Welingelichtekringen.nl)
Hal ini membuat publik Belanda mengharapkan Martens dapat membawa timnas Belanda kembali berprestasi, yaitu di level tertingginya para pesepakbola wanita. Piala Dunia Wanita.

Saat ini, Piala Dunia Wanita 2019 sudah tergelar sejak pertengahan Juni dan akan berakhir pada 7 Juli nanti. PDW ini digelar di negara perengkuh trofi Piala Dunia 2018, Prancis. Sayangnya, timnas tuan rumahnya gagal melangkah jauh. Sedangkan perhelatan semi final ditempati oleh juara bertahan Amerika Serikat, Inggris, tim kejutan Swedia, dan tentunya timnas Belanda.

Dua nama terakhir menjadi perbincangan hangat. Karena, keduanya sebelumnya bukanlah tim favorit untuk melenggang ke fase 4 besar. Ada beberapa faktor yang mampu membuat keduanya berhasil menyingkirkan kompetitornya, sekaligus menjawab keraguan publik penikmat sepakbola wanita yang kembali menempatkan nama Jerman dan tim kuat Asia, Jepang.

Fakta juga menunjukkan bahwa nasib timnas Belanda lebih baik dengan Lieke Martens dkk berhasil memulangkan sesama tim kuda hitam, Swedia (4/7). Meski secara permainan, Swedia sebenarnya sangat dominan dan seharusnya mereka yang layak menang. Namun timnas Belanda rupanya mampu menunjukkan kelasnya sebagai tim yang memiliki mental juara (tak hanya pemenang).

Mereka hanya butuh sedikit peluang dan peluang itu salah satunya berhasil menjadi gol. Skor 1-0 sudah dapat mengantarkan De Oranje ke partai puncak untuk menantang AS yang sebelumnya berhasil menyingkirkan rival beratnya, Inggris.

Kini publik siap menantikan apakah AS mampu mempertahankan gelar juara PDW 2019 dan merengkuh gelar ke-4 -semakin mengukuhkan mereka sebagai tim tersukses turnamen 4 tahunan itu- atau justru Belanda yang dapat keluar sebagai kampiun sekaligus mencetak sejarah sebagai tim Eropa yang mampu mengawinkan gelar juara Euro dengan Piala Dunia.

Sorotan pun kemudian kembali mengarah pada Lieke Martens, yang merupakan salah satu bintang timnas Belanda selain Vivianne Miedeman. Apakah dirinya mampu meraih sesuatu yang masih sulit dicapai oleh Lionel Messi; berprestasi bersama timnasnya? Jika ditarik ke ranah klub, torehan Martens memang masih kalah jauh dengan Messi. Namun, jika ditarik ke ranah timnas, sepertinya Martens dapat lebih berbangga atas pencapaiannya. Karena dirinya sudah memiliki trofi Euro (turnamen sebenua) dan kini mampu menjaga asa untuk mencoba menggapai trofi Piala Dunia Wanita 2019.

Messi di Copa America 2019. (Independent.co.uk)
Messi di Copa America 2019. (Independent.co.uk)

Situasi yang jelas berbanding terbalik dengan Messi dan timnas Argentinanya yang justru semakin sulit untuk mengulangi capaian mereka menduduki tangga final (PD 2014 dan Copa America 2015) di dua turnamen bergengsi. Piala Dunia dan Copa America. Di Piala Dunia 2018 mereka kesulitan untuk lolos dari fase grup. Begitu pula saat melakoni Copa America 2019. Albiceleste hanya mampu menjejak semifinal karena kalah dari tuan rumah, Brazil (2-0).

Melihat usia Messi yang sudah berada di angka 30-an tahun, maka, kemungkinan untuk dapat membawa timnas Argentina kembali menjejak final di beberapa tahun ke depan akan sulit. Mungkin Argentina bisa berprestasi di masa depan. Namun, kemungkinan besarnya adalah tanpa Lionel Messi. Jika hal ini terjadi, maka, Messi akan menjadi pemain hebat yang tak pernah merasakan gelar juara bersama timnasnya.

Messi di Barcelona. (En.as.com)
Messi di Barcelona. (En.as.com)

Situasi inilah yang kemudian membuat pemilik 5 Ballon d'Or itu diprediksi akan memberikan selamat pada "kembarannya" saat mereka sama-sama kembali ke Barcelona pasca menunaikan tugas negaranya masing-masing. Akankah Martens akan menerima ucapan selamat dari Messi?



Tulungagung, 7 Juli 2019
Deddy Husein S.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x