Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Hanya Marc Marquez yang Mampu Kalahkan Marc Marquez?

15 April 2019   06:48 Diperbarui: 15 April 2019   07:07 113 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hanya Marc Marquez yang Mampu Kalahkan Marc Marquez?
Marc Marquez. (Sport.detik.com)


Seri ketiga MotoGP 2019 sudah selesai, dan kita tahu bagaimana hasilnya.
Seri yang berlangsung di Sirkuit Austin atau yang dikenal juga dengan sebutan COTA, Amerika Serikat ini dimenangkan oleh pembalap Spanyol lagi. Tapi, bukan Marc Marquez. Betul, pemenangnya adalah Alex Rins. Pembalap asal Spanyol itu sukses mengantarkan Suzuki menjadi raja di COTA. 

Rookie musim lalu ini juga berhasil mengalahkan sang legenda hidup Valentino Rossi yang harus puas berada di posisi kedua. Hasil yang sama di seri kedua Argentina beberapa waktu lalu bagi The Doctor.

Suatu hal yang menjadi menarik. Karena, tak hanya menyabet podium tertinggi pertama kali di kelas MotoGP, namun Alex Rins juga memenangi seri di 'kandangnya' Marc Marquez. Ya, COTA adalah salah satu sirkuit yang sangat fantastis untuk karir Marc Marquez. 

Sejak pertama kali digelar seri di sirkuit ini (2013) sampai musim lalu, Marc Marquez selalu berhasil finish sebagai sang juara. Artinya, 6 kali digelar, 6 kali pula Marc keluar sebagai sang pemenang.

Hal inilah yang menjadikan Marc dijagokan kembali untuk dapat memenangi seri ini dan berpotensi menjauh sementara dari kejaran Andrea Dovizioso yang start di posisi yang kurang menguntungkan (posisi ke 13). Namun, balapan tetaplah menjadi suatu hal yang sulit diprediksi. 

Karena, performa pembalap bisa berubah ketika pembalap sudah dapat mencari formula tepat saat free practice keempat dan sesi warm up. Di sanalah, pembalap akan menemukan titik-titik vital yang dapat diperbaiki atau setidaknya menjadi acuan untuk memilih komposisi, salah satunya adalah pilihan ban.

Di seri ini, kembali lagi dikemukakan bahwa Marc Marquez akan menjadi pemenangnya, dan itu semakin terlihat ketika si pemilik nomor 93 ini mampu melesat terdepan sejak start dan melahap beberapa lap. Bahkan di dua-tiga lap awal, Marc sudah membuat jarak dari kejaran Valentino Rossi yang juga sedang berada di performa yang tepat. 

Si pemilik nomor keramat 46 ini start dari posisi kedua dan mampu menjaga posisinya dari gangguan pembalap lain (Carl Crutchlow).

Momen balapan semakin terlihat biasa saja dan kamera pun lebih akrab menyorot duel Rossi dengan Crutchlow, karena Marc terlihat sudah terlampau dominan. 

Bahkan, pelan-pelan kamera juga mulai menyorot pembalap-pembalap di belakang maupun yang terkena penalti 'ride through' dan 'jump start' seperti Maverick Vinales (Yamaha Factory) dan Joan Mir (Suzuki). Marc masih di depan.

Sampai pada suatu momen, ada gemuruh atau lebih tepatnya adalah teriakan histeris dan kemudian kamera berhasil menyorot situasi yang terjadi. Seorang pembalap Repsol Honda terjatuh, dan itu adalah MARC MARQUEZ!

Semua terkejut dan nyaris tak percaya dengan kejadian itu.
Namun, itulah yang memang terjadi dan ini sebenarnya bisa mulai 'tercium' ketika Carl Crutchlow jatuh dan uniknya 

Marc terjatuh dengan kejadian yang nyaris serupa. "There something wrong with Honda?"
Satu hal yang menjadi sorotan adalah situasi pembalap Honda saat terjatuh adalah saat berada di momen menurunkan kecepatan untuk dapat masuk ke tikungan lambat. 

Sedikit perbedaannya adalah pembalap asal Inggris (Carl) terjatuh pada momen yang sedang membutuhkan akselerasi, sedangkan Marc terjatuh di saat motor perlu menurunkan kecepatan yang ekstrim dan ini membuat Marc terlihat seperti melakukan kesalahan. 

Marc Marquez berusaha cepat bangkit, namun motornya sangat sulit untuk dihidupkan dan bahkan akhirnya si 93 terguling kembali. Mau tidak mau, dia harus rela mengubur mimpinya untuk menjadi penguasa COTA sejati.

Hal ini memberikan pemandangan yang menarik. Karena, COTA yang awalnya menjadi taman mimpi indah Honda khususnya Repsol Honda dan Marc Marquez, kini justru menjadi mimpi buruk. 

Nahasnya, nasib sial Marc diikuti oleh rekan setimnya Jorge Lorenzo yang terlihat terkendala dengan kinerja motornya. Sehingga si pembalap berjuluk Por Fuerra itu memilih untuk menepi dan gagal melanjutkan balapan.

Mimpi buruk.
Itulah yang terjadi di COTA bagi Honda dan Marc Marquez. Karena, dengan performa motor dan gaya balapnya, Marc seharusnya bisa kembali mendominasi torehan positif di COTA. Namun, seperti yang pernah terdengar di beberapa musim lalu, yaitu ketika Marc terlihat dominan dan semakin sulit dikalahkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN