daniel lopulalan
daniel lopulalan Profesional

Belajar berbagi. Belajar untuk terus belajar.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Nuklir, Antara Peringatan Bom Nagasaki dan Manfaat Bagi Manusia

9 Agustus 2018   20:52 Diperbarui: 9 Agustus 2018   21:14 309 1 0

Hari ini, 73 tahun lalu, Nagasaki dibom Sekutu. Tiga hari sebelumnya Hiroshima mengalami nasib yang sama. 250 ribu orang meninggal. Tidak terhitung yang menderita penyakit karena radiasi bertahun tahun setelahnya. Bom uranium dan plutonium yang meledak di dua kota tersebut benar benar membuktikan kedahsyatan energi nuklir yang berkembang ke dua arah yang berseberangan.

Yang pertama adalah berkembangnya nuklir menjadi senjata pemusnah masal yang mematikan. Yang kedua adalah perkembangan nuklir sebagai sumber energi alternatif utk pembangkit listrik.

Sebagai senjata pemusnah massal, nuklir sudah berkembang sangat pesat dari sekedar bom atom yg meledak di Hiroshima Nagasaki menjadi senjata andalan dengan teknologi canggih. Sebagai perbandingan daya ledak bom atom tahun 1945 sebesar 20 kilo ton TNT sedangkan saat ini daya ledaknya mencapai 70 Mega ton TNT. Naik 3000 kali dalam 70 tahun. 

Negara yang memiliki senjata inipun bertambah banyak. Dari awalnya hanya Amerika, sekarang sudah ada Perancis, Rusia, Tiongkok dan India. Juga negara yang saat ini hendak dilucuti senjata nuklirnya seperti Korea Utara. Negara lainnya seperti Israel dan Iran tidak pernah mengaku memiliki senjata nuklir walaupun beberapa kali percobaan senjata nuklir dilakukan oleh kedua negara tersebut.

Bagaimana dengan perkembangan nuklir sebagai sumber energi pembangkit listrik ?

Terlepas dari kontroversi nuklir sebagai energi terbarukan atau tidak, saat ini nuklir sudah menjadi sumber energi pembangkit listrik.  Sebesar 11 persen dari total kebutuhan listrik dunia yang sebesar 2477 Twh disuplai oleh 450 reaktor pembangkit listrik di seluruh dunia. 

Perancis menjadi negara yang paling maju dalam mengimplementasikan nuklir sebagai sumber energi dengan 75 persen dari total kebutuhannya disupply oleh energi nuklir. Sementara Amerika menjadi kontributor terbesar energi nuklir untuk kebutuhan dunia. Total ada 50 negara yang mengimplementasikan nuklir sebagai sumber energi di negaranya.

Bagaimana dengan Indonesia ? Menurut Peraturan Pemerintah no 079/2014, yang membuat rencana pengembangan energi 2013-2050, energi baru dan terbarukan ditargetkan menjadi 31 persen di 2050 dari sebelumnya 8 persen di 2013.

Pembuatan reaktor nuklir skala kecil sebesar 250 kw dibangun di Bandung tahun 1955. Di tahun 2000 reaktor ini sudah berkembang menjadi 2 MW. Diluar Bandung,  reaktor nuklir ukuran kecil tersebar di beberapa tempat seperti Serpong dan Jogjakarta.

Secara umum dapat dikatakan kemampuan nuklir untuk menghasilkan energi dengan teknologi yang semakin canggih dan efektif telah membuat nuklir menjadi alternatif yang sangat menjanjikan sebagai sumber energi listrik.

Hal lain yang sering membuat orang khawatir adalah resiko reaktor nuklir bila terjadi kebocoran seperti yang terjadi di Fukushima 2011 dan Chernobyl di 1986. Kekawatiran yang terjadi sering membuat orang kembali bertanya tanya apakah manfaat dan resiko energi nuklir ini sepadan ?

Menurut survey yang dilakukan oleh Badan tenaga atom nasional, terlihat peningkatan kepercayaan dari subyek survey. Dari sekitar 5000 orang responden tahun 2010 dapat dilihat bahwa kepercayaan responden terhadap nuklir sebagai sumber energi, membaik dari sekitar 50 persen menjadi 70 persen di 2016. Artinya sebagian besar responden setuju menggunakan nuklir sebagai sumber energi pembangkit listrik.

Nuklir, memang senjata bermata dua. Dia bisa menjadi senjata pemusnah massal  seperti yang terjadi di Nagasaki 73 tahun lalu. Ataupun menjadi sumber energi baru yang efektif memberikan listrik untuk kesejahteraan umat manusia. 

Apapun itu, Nuklir adalah sebuah penemuan untuk kehidupan yang lebih baik dan bukan kematian yang lebih cepat bagi manusia.