Mohon tunggu...
Damae Wardani
Damae Wardani Mohon Tunggu... broadcaster, MC -

"Write to look for the meaning of life." Tinggal di http://jalandamai.com

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Mengintip Sharing Session Green Industry SMI di Bandung dan Bogor

21 Agustus 2015   22:50 Diperbarui: 21 Agustus 2015   22:50 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Boober Tropica masih sepi saat kami tiba di sana. Salah satu café yang menjadi pilihan hangout anak muda Bandung ini terletak di jalan Sumatra No. 5. Sempat cemas dan mengira kami agak terlambat karena lepas adzan maghrib masih di jalan, sementara acara dijadwalkan mulai pukul 18.30 WIB. Untungnya, di café berdesain semi outdoor itu, belum satu pun tamu undangan terlihat wajahnya.

Kami menyusuri ruang utama berhias daun yang merambat dari sebuah tiang hingga seluruh atap ruangan. Berpadu temaram lampu (tidak terlalu gelap, tidak juga keterangan) dan alunan musik slow bervolume rendah, pas untuk berdiskusi ringan.

Selang 30 menit kemudian, peserta mulai berdatangan. Sembari memesan makanan dan minuman, kami saling berkenalan. Mereka adalah perwakilan dari beberapa komunitas pecinta lingkungan di Bandung, seperti Bandung Clean Action, Earth Hour Bandung, Earth Hour Cimahi, Ugreen ITB, dan HILO Green Community Bandung. Sebagian peserta lain berasal dari pers kampus, diantaranya pers kampus UIN SGD, UPI, UNPAD, dan ITENAS (sayangnya, dua terakhir berhalangan hadir). Totalnya tercatat 19 nama di daftar absen.

Dan, kami? 

Manajer Unit Website dan Sosial Media PT. Semen Indonesia, hadir sebagai pembicara, Arief Hermawan. Beserta staff, Rono dan Novi. Tentunya juga saya yang sedang bercerita, satu-satunya panitia, paling cantik pula. :D

Acara bertajuk "…Upaya Pelestarian Lingkungan untuk Bisnis Berkelanjutan…" ini sengaja menyapa kawan-kawan Bandung, setelah event-event sebelumnya berpusat di Jawa Timur. Berangkat dengan harapan besar agar sapaan kami diterima dengan tangan terbuka. Terlebih ini bukan seminar atau talkshow, melainkan sharing dan diskusi. Melalui acara ini, kami ingin berbagi informasi tentang PT Semen Indonesia yang sempat gonjang ganjing gegara pembangunan pabrik baru di Rembang. Sekaligus bertukar pikiran, ide, masukan, kritik, maupun saran secara langsung dari para pemuda di Bandung.

Sempat ngaret satu jam, tak apa, dimaklumi. Presentasi tentang PT Semen Indonesia pun dimulai. Arief menjelaskan bagaimana sebenarnya pabrik Semen yang dituding sebagai perusak lingkungan, air, pertanian, bahkan lahan tambang. Teknologi macam apa yang digunakan, bagaimana cara kerjanya. Lalu, bagaimana proses produksi semen mulai pengangkutan bahan, pengolahan di pabrik, sampai distribusinya. Upaya apa saja yang sudah dilakukan Semen Indonesia untuk menghemat bahan baku, mengganti bahan baku utama dengan limbah, dan edukasi ke masyarakat untuk menghemat penggunaan semen.

Peserta mengakui terkesima dengan keadaan pabrik Tuban yang masih hijau asri, bahkan hasil pertanian meningkat berlipat di sekitar pabrik. "Dulu sebelum Semen masuk Tuban, petani hanya panen 1 tahun sekali. Setelah Semen berdiri di sana, petani justru bisa panen setahun 3 kali" terang Arief. Hal ini menjadi bukti komitmen Semen Indonesia bahwa, pembangunan pabrik bukan untuk mengahancurkan sumber daya alam, apalagi merampas lahan pertanian.

Mereka juga kagum dengan upaya Semen Indonesia dalam melestarikan lingkungan, seperti penanaman pohon, reklamasi bekas tambang, hingga program Semen Heritage: mendesain Telaga Ngipik menjadi Botanical Garden, menyulap bekas pabrik menjadi Museum Industri dan Educational Park (alangkah kerennya kalau nanti bisa seperti Museum KAA di Bandung, dengan seabreg pesona dan kemanfaatan komunitasnya), serta membangun Universitas Internasional Semen Indonesia.

Bahkan bagaimana strategi Semen Indonesia agar menjadi industri yang ramah lingkungan (Green Industry) sudah dibuktikan dengan 3 langkah utama: melakukan pencegahan pencemaran, efisiensi dan konservasi sumber daya alam, penurunan efek pemanasan global dengan berkontribusi aktif dalam mendukung pengurangan gas rumah kaca. Tiga langkah itu sudah saya share di postingan ini. Upaya ini diakui KLH dengan pemberian Proper Emas, penghargaan tertinggi untuk perusahaan yang komitmen terhadap lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun