Mohon tunggu...
Daffa Ardhan
Daffa Ardhan Mohon Tunggu... Cerita, ide dan referensi

Menulis dalam berbagai medium, bercerita dalam setiap kata-kata. Blog: http://daffaardhan.com

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Berbagi Manfaat Sesuai Kemampuan

7 Mei 2020   15:05 Diperbarui: 7 Mei 2020   15:07 22 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berbagi Manfaat Sesuai Kemampuan
Foto: pexels.com

Saya senang melihat orang yang pintar public speaking. Ya, sebatas senang, mengagumi, tapi tidak bisa saya ikuti. Sebab saya tidak punya cukup waktu, tempat dan juga mental untuk menekuni skill itu.

Setidaknya untuk sampai saat ini saja. Mungkin suatu hari nanti saya bisa belajar juga. Namun daripada mengeluh karena tidak punya kemampuan yang belum saya kuasai, lebih baik mengembangkan skill yang sudah saya miliki sekarang. Misalnya menulis.

Dari kemampuan itu saya berpikir, hal apa yang bisa saya lakukan agar skill ini bisa bermanfaat bagi orang lain? Saya tidak punya keahlian di bidang tertentu. Yang bisa saya lakukan adalah menciptakan karya tulis yang bisa memberi insight.

Fokus utama menulis saya adalah mencoba ber-story telling lewat pengalaman. Dari situ saya bisa mengambil sisi menarik dengan mengambil perspektif berbeda. Harapannya, tentu saja pembaca bisa mendapat "sesuatu" yang positif.

Selain saya, ada beberapa teman yang juga punya mimpi yang sama. Ingin melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain lewat kemampuan yang mereka punya. 

Ada yang mahir desain, lalu membuat konten-konten yang inspiratif. Ada pula yang fokus ke audio visual seperti Youtube dengan membagikan konten edukasi. Begitu juga dengan podcast, sebagian konten dakwah dibagikan dalam bentuk audio.

Berbagai macam cara dilakukan untuk satu tujuan mulia yaitu memberi manfaat bagi orang lain. Saya rasa semua orang harus sadar tentang apa yang bisa mereka lakukan dengan skill mereka.

Sebab esensi dari hidup adalah memberi sebanyak-banyak kebaikan. Kalau dalam islam ada hadist mengatakan, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi manusia lainnya."

Atau kalau mengutip salah satu filsuf Stoa, "Bukan masalah seberapa lama kita hidup (durasi), tapi sebanyak apa kontribusi yang bisa kita lakukan pada sesama."

Masalahnya, banyak orang tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan. Tentu berbuat baik itu opsinya banyak. Jadi bagi saya jika seseorang tidak punya skill sekalipun, kebaikan selalu bisa dilakukan.

Banyak cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk berbuat baik. Saya rasa, tidak perlu saya sebutkan contohnya karena pasti setiap orang tahu kebaikan apa yang sanggup dilaksanakan.

Namun kalau seseorang punya bidang keahlian atau kemampuan tertentu, tentu saja harus dimanfaatkan. Tidak selalu bermotif uang, tapi seberapa besar keikhlasannya. Kadang itu yang jadi ujian utamanya. Antara ikhlas dan pamrih dalam bertindak sulit dibedakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN