Mohon tunggu...
Dadan Ramdhan
Dadan Ramdhan Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

"Blue Gold" untuk Haji Ikan, Refleksi Hari Air Sedunia 22 Maret 2019

25 Maret 2019   10:39 Diperbarui: 25 Maret 2019   11:14 19
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Harga air disana tentu mahal. Untuk seember air saja harganya 50 riyal atau hampir 150 ribu rupiah (Subarkah 2014) Mungkin istilah Haji Mandi atau Haji Ikan ini agak menggelikan tapi bisa jadi kita termasuk golongan didalamnya yang suka menghambur-hamburkan air.

Pengolahan air di Perkotaan

Paradox lainnya adalah tentang system pengolahan air kita. Sebagai negara tropis  dengan curah hujan yang tinggi, dalam setahun beberapa waktu kita akan menerima air yang  sangat melimpah ketika musim penghujan tiba..dan akan sangat kekurangan pada musim kemarau. 

Tukang-tukang pompa akan kebanjiran order untuk tugas melakukan pendalaman terhadap air tanah. Untuk kota-kota besar, adanya kesadaran bahwa air yang datang baik itu dari air hujan, aliran sungai dan lainnya harus dikelola, ditabung maupun dihemat penggunaanya masih belum muncul. Namun ketika air tanah di rumah-rumah mereka mulai berkurang dan mengering, akan muncul kepanikan dan kekesalan. 

Analogi ini seperti orang yang kesal karena rumahnya kebanjiran akibat luapan air dari drainase yang buruk, tapi punya kebiasaan buang sampat di selokan.   Penyedotan air tanah juga bukan tanpa masalah. Permukaan tanah di permukaan dapat turun secara gradual jika terus menerus dieksploitasi secara massif. 

Sebenarnya secara pribadi maupun kelompok sudah ada beberapa gerakan untuk melakukan pengolahan dan penyimpanan terhadap air ini. Gerakan Water Harvesting di banyak rumah dan bangunan yang menerapkan konsep ecogreen  building mulai menarik banyak minat banyak orang maupun perumahan.  

Gerakan lainnya adalah pemasangan biopori untuk menambah kapasitas air tanah. Sistem Water Treatmentplant dan pengolahan air hasil cucian yang diolah menjadi air yang bisa digunakan untuk menyiram tumbuh-tumbuhan.

Green Apraisal untuk Lahan bersumberdaya air

Dalam menilai sebuah lahan kosong maupun bangunan, Nilai keekonomian sebuah lahan dihitung dari pendekatan pemanfaatan lahan  dan lokasinya. Dalam Apraisal Technique nilai lahan bisa diukur dengan metode perbandingan lahan yang sejenis dan dekat dengan objek yang dinilai, Cara lain adalah dengan pendekatan income approach atas potensi pendapatan yang bisa didapat dari lahan tersebut misalnya untuk lahan kosong yang akan dinilai rencananya dibuat untuk hotel. 

Maka potensi revenue hotel tersebut dimasa yang akan datang dihitung untk menentukan mahal tidaknya lahan tersebut. Ada istilah di dunia property untuk menentukan berharga dan mahalnya tidaknya sebuah lahan, hal pertama ditentukan oleh lokasi, hal kedua oleh lokasi dan nomer tiga juga lokasi dan seterusnya. Lokasi disini adalah lokasi yang strategis seperti dekat dengan jalan raya, akses pusat ekonomi, sekolah dan lain-lain

Sekarang kalau ada sebuah lahan mempunyai mata air yang dapat memberikan minum bagi banyak orang, tanahnya subur menghasilkan buah-buahan yang segar dan menjaga paru-paru kota, apakah mampu dinilai lebih tinggi dari sebuah tanah dengan posisi persimpangan (hook) yang ramai dan dikunjungi orang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun