Mohon tunggu...
Cristina Elysabeth
Cristina Elysabeth Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Never stop learning because life never stops teaching!

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Bagaimana Berkomunikasi dengan Cara yang Meyakinkan dan Mempengaruhi Orang Lain?

3 Agustus 2021   15:15 Diperbarui: 3 Agustus 2021   15:48 326 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Berkomunikasi dengan Cara yang Meyakinkan dan Mempengaruhi Orang Lain?
Ilustrasi Communicating to Persuade and Influence | Source : aventislearning.com

"To be persuasive we must be believable; to be believable we must be credible; to be credible we must be truthful".
---  Edward R. Murrow


Komunikasi adalah proses dimana informasi dan pemahaman ditransfer antara pengirim dan penerima (Richard L. Daft 2018, 262). Salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah mempengaruhi orang lain, terutama bawahan langsung. Pemimpin sering kali harus meyakinkan karyawan untuk mengikuti inisiatif baru, menerapkan perubahan sulit dalam cara pekerjaan dilakukan, atau mendapatkan dukungan karyawan untuk arahan strategis jangka panjang. Membujuk karyawan lebih dari sekadar membuat individu berperilaku dengan cara tertentu. Ini juga melibatkan penggalangan dukungan untuk proposal pemimpin. Mereka perlu memastikan komitmen terhadap proyek atau pendekatan baru. Dan mereka bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan dalam kemampuan mereka untuk merencanakan, menerapkan, dan memelihara perubahan organisasi yang positif bagi perusahaan dan karyawan.

Berkomunikasi secara efektif adalah keterampilan penting bagi para pemimpin.  Pemimpin adalah juara komunikasi yang menginspirasi dan menyatukan orang-orang di sekitar tujuan dan identitas yang sama. Mereka memimpin percakapan strategis yang membuat orang berbicara melintasi batas tentang visi, tema strategis utama, dan nilai-nilai yang dapat membantu kelompok atau organisasi mencapai hasil yang diinginkan. Cerita adalah alat yang sangat berguna untuk membujuk dan mempengaruhi orang.  Pemimpin tidak berkomunikasi hanya untuk menyampaikan informasi. Mereka menggunakan keterampilan komunikasi untuk mentransfer visi kepada orang lain dan mempengaruhi mereka untuk berperilaku dengan cara yang mencapai tujuan dan membantu mencapai visi tersebut.

Kemampuan untuk membujuk orang lain sangat penting bagi seorang pemimpin dalam suatu organisasi. Karyawan tidak hanya ingin tahu apa yang harus mereka lakukan tetapi mengapa mereka harus melakukannya. Perusahaan seperti Union Bank of California, Gerdau Ameristeel, dan IBM menambahkan program pelatihan yang membantu orang belajar bagaimana memimpin dengan pengaruh daripada perintah. Menurut Richard L. Daft dalam bukunya yang berjudul The Leadership Experience (2018) para pemimpin dapat mengikuti empat langkah berikut untuk mempraktikkan seni persuasi:

1. Listen first (Dengarkan dulu). Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality menunjukkan bahwa ketika orang merasa bahwa mereka telah didengarkan oleh seseorang yang mencoba mempengaruhi mereka, rasa suka, kepercayaan, dan komitmen mereka terhadap orang itu meningkat. Pemimpin yang baik tahu bahwa memperhatikan kebutuhan dan emosi orang lain adalah langkah pertama untuk mempengaruhi mereka. Mereka menyadari bahwa kebanyakan orang tidak dapat mendengar apa yang Anda katakan sampai mereka memiliki kesempatan untuk mengatakan apa yang ada di pikiran mereka. Pemimpin mengajukan pertanyaan dan mendengarkan secara aktif dan suportif untuk membangun hubungan, menemukan kesamaan, dan memahami bagaimana pengikut bereaksi terhadap ide dan proposal mereka.

2. Establish credibility (Membangun kredibilitas). Kredibilitas seorang pemimpin didasarkan pada pengetahuan dan keahlian pemimpin serta hubungannya dengan orang lain. Ketika para pemimpin telah menunjukkan bahwa mereka membuat keputusan yang terinformasi dengan baik, para pengikut memiliki keyakinan dalam keahlian mereka. Pemimpin juga membangun kredibilitas dengan mendengarkan orang lain, membangun hubungan yang baik, dan menunjukkan bahwa mereka memiliki kepentingan terbaik orang lain di hati.

3. Build goals on common ground (Bangun tujuan di atas landasan bersama). Agar persuasif, para pemimpin menggambarkan bagaimana apa yang mereka minta akan bermanfaat bagi orang lain dan juga pemimpin. Ketika para pemimpin tidak dapat menemukan keuntungan bersama, itu adalah sinyal yang baik bahwa mereka perlu menyesuaikan tujuan dan rencana mereka.

4. Make your position compelling to others (Buat posisi Anda menarik bagi orang lain). Pemimpin menarik orang lain pada tingkat emosional dengan menggunakan simbol, metafora, dan cerita untuk mengekspresikan pesan mereka daripada mengandalkan fakta dan angka saja. Dengan memanfaatkan imajinasi pengikut mereka, para pemimpin dapat menginspirasi orang untuk mencapai hasil yang luar biasa.

Persuasi adalah proses komunikasi berharga yang dapat digunakan individu untuk mengarahkan orang lain ke solusi atau komitmen bersama. Untuk menjadi persuasif dan bertindak sebagai juara komunikasi, para pemimpin harus sering dan mudah berkomunikasi dengan orang lain dalam organisasi. Namun bagi sebagian orang, pengalaman komunikasi tidak bermanfaat, sehingga mereka mungkin secara sadar atau tidak sadar menghindari situasi di mana komunikasi diperlukan. Sebagai seorang pemimpin, Anda dapat meningkatkan pengaruh Anda dengan mendengarkan terlebih dahulu untuk membangun kepercayaan dan menemukan kesamaan dan dengan membangun kredibilitas Anda berdasarkan pengetahuan dan keterampilan. Anda dapat menunjukkan bagaimana rencana Anda akan menguntungkan pengikut untuk mendapatkan dukungan mereka.

Kesimpulan yang dapat penulis ambil adalah bahwa komunikasi pemimpin diarahkan pada tujuan, dan elemen penting adalah membujuk orang lain untuk bertindak dengan cara yang mencapai tujuan dan mencapai visi. Empat langkah untuk mempraktikkan seni persuasi adalah mendengarkan terlebih dahulu, membangun kredibilitas, membangun tujuan di atas landasan yang sama, dan membuat posisi Anda menarik bagi orang lain. Pemimpin memilih saluran komunikasi yang tepat, mengirim komunikasi yang berlebihan untuk memperkuat pesan penting, dan menggunakan komunikasi nonverbal serta verbal. Komunikasi yang dilakukan seorang pemimpin pada dasarnya adalah persuasi. Itulah yang dilakukan para pemimpin. Mereka membujuk orang untuk bekerja sama, untuk mencapai lebih dari yang pernah mereka pikirkan, untuk mencapai tujuan yang tampaknya mustahil, untuk mengesampingkan kepentingan pribadi (setidaknya untuk sementara) demi tujuan kelompok yang lebih besar.

"Speaking to an audience can be fun. Some may not enjoy it, but it can be learned."

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN