Mohon tunggu...
Corry LauraJunita
Corry LauraJunita Mohon Tunggu... Tsundoku-Cat Slave

-

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Artikel Utama

Razia Skincare di Sekolah, Yay or Nay?

13 Agustus 2019   22:07 Diperbarui: 14 Agustus 2019   03:40 0 10 7 Mohon Tunggu...
Razia Skincare di Sekolah, Yay or Nay?
Peralatan mekap. (Sumber : Dokumentasi Pribadi)

"Hubungannya barang-barang tersebut pada prestasi akademik sebesar apa? Bukankah kerapian dan kebersihan merupakan sesuatu hal yang wajib di sekolah?"

Baru-baru ini saya melihat sebuah kicauan di Twitter mengenai razia skincare di sebuah sekolah. Banyak netizen yang heran dengan barang-barang yang dirazia, tidak sedikit juga yang merasa bahwa skincare itu memang tidak sepatutnya dibawa ke sekolah.

Razia-raziaan ini membuat saya teringat masa saat masih SMA. Razia cukup sering dilakukan oleh OSIS tentunya dengan sepengetahuan guru. Barang-barang yang dirazia? Banyak sekali macamnya mulai dari majalah, novel, tidak jarang skincare juga, dan rokok. Kenapa masa itu skincare dirazia? Sepuluh tahun yang lalu, beauty guru belum sebanyak sekarang. 

Selain itu informasi mengenai kesehatan kulit juga belum banyak diketahui oleh masyarakat. Untuk daerah saya sendiri ada pemeo yang kira-kira berbunyi bahwa perempuan yang cantik (menarik) dan suka dandan itu berotak kosong. Kekhawatiran dianggap bodoh di sekolah saya dulu lebih besar daripada dianggap jelek dan tidak akan punya pacar selama SMA. 

Jadi boro-boro mikirin skincare, mereka sibuk bimbingan supaya bisa masuk universitas negeri, terutama di Pulau Jawa.  Tetapi tetap selalu ada yang kena razia juga sih.

Sebenarnya skincare itu sendiri apa sih? Cambrige dictionary mendefinisikan skincare itu sebagai sesuatu yang dilakukan dan digunakan untuk menjaga kulit tetap sehat dan menarik ( kata yang digunakan adalah attractive). Kulit yang sehat tentu akan menarik. Jadi menarik bukan berarti karena ada riasan tambahan saja, sehat adalah yang utama. 

Berdasarkan pengamatan saya terhadap foto yang menjadi viral tersebut, dan yang memicu kemarahan netizen, kebanyakan barang yang dirazia adalah produk-produk perawatan kulit dan sisir. 

Bukan make-up atau produk yang dari line dekoratif. Menurut saya pribadi sih, tidak ada yang salah dengan barang-barang yang dianggap golongan terlarang itu. Apa salahnya sih membawa sisir ke sekolah? Atau membawa parfume atau deodoran. Hubungannya barang-barang tersebut pada prestasi akademik sebesar apa? Bukankah kerapian dan kebersihan merupakan sesuatu hal yang wajib di sekolah?

Jika produk yang disita berupa eyeshadow, foundation, highlighter, mascara, atau eyeliner sih masih masuk akal. Tetapi sisir? Emangnya enak apa belajar rambut lengket atau awut-awutan. Atau parfum? Kayaknya sih ga ada orang yang ga seneng dengan orang yang wangi. 

Masa iya sih, milih masuk kelas yang muridnya bau matahari semua, apalagi habis kelas olahraga. Wuih, pengalaman banget tuh saya, masuk kelas sehabis olahraga lari. Aromanya mantap jiwa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2