Mohon tunggu...
Nur adiuswanto
Nur adiuswanto Mohon Tunggu... mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, disertai lika-liku kehidupan yang rasanya nano-nano, haha!

Nikmati prosesnya, mengeluh seperlunya, semangat selamanya!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Perubahan Sosial sebagai Akibat dari Konflik Sosial

24 April 2020   14:33 Diperbarui: 24 April 2020   14:52 3657 0 0 Mohon Tunggu...

Perubahan Menurut kamus besar bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai keadaan yang berubah. Jadi bisa kita definisikan bahwa perubahan adalah peralihan dari keadaan yang sebelumnya, perubahan tersebut dapat meliputi berbagai hal yang ada disekitar kehidupan masyarakat. Sedangkan sosial menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, interaksi antar individu sebagai anggota masyarakat.

Jadi, perubahan sosial adalah perubahan dari keadaan yang sebelumnya menuju kondisi masyarakat yang lebih baik. perubahan sosial menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dihindari, perubahan social dapat terjadi secara disengaja maupun tidak disengaja dan dalam waktu yang cepat ataupun lambat. Perubahan social akan mempengaruhi system social yang ada di masyarakat, maksudnya satu aspek yang ada di masyarakat berubah maka akan menyebabkan perubahan pada aspek lainnya.

Perubahan social dapat terjadi karena adanya rasa tidak pernah puas yang dimiliki oleh individu sebagai anggota masyarakat, seiring berjalannya waktu disertai dengan teknologi yang semakin modern tentu membuat masyarakat tidak diam ditempat melainkan pasti akan melakukan perubahan.

Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

Perubahan social tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan diperlukan agent of change yang berperan sebagai penggerak atau actor untuk perubahan yang terjadi di masyarakat.

Perubahan sosial sebagai akibat dari adanya konflik sosial antar anggota masyarakat maupun konflik antar kelompok dengan kelompok lainnya. Dengan adanya konflik antar dua kubu tersebut maka akan mengakibatkan perubahan sosial karena adanya kompromi antara pihak yang berkonflik.

Kelompok-kelompok yang berkonflik tersebut dapat dikatakan sebagai actor dari perubahan sosial. Konflik merupakan gejala social yang serba hadir dalam kehidupan social, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.

Teori konflik digagas oleh Karl Marx dalam studinya mengenai konflik kelas antara borjuis dan proletar. Borjuis sebagai kelompok pemilik faktor produksi yang memiliki kontrol atas sumber daya, sedangkan Proletar adalah kelompok kelas pekerja yang tidak memiliki kontrol atas sumber daya. Pembedaan kelas sosial menjadi dua kelompok ekstrim ini muncul dalam konteks industrialisasi di Eropa Barat.

Karl Marx membuat teori yang menggambarkan eksistensi kelompok minoritas namun memiliki kekuasaan atas sumber daya dan kelompok mayoritas yang tertindas karena tak memiliki kuasa atas sumber daya. Masing-masing kelas memiliki kepentingan yang saling bertentangan.

Kaum borjuis ingin mempertahankan kekuasaannya dan mengakumulasi kekayaannya, sedangkan kaum proletar ingin kekuasaan dan kekayaan didistribusikan secara merata. Tatanan sosial yang berbentuk kesenjangan ini secara ideologis dipertahankan oleh kaum borjuis melalui penciptaan kesepakatan atau konsesus.

Konsesus yang dimaksud berupa nilai-nilai, harapan dan kondisi yang ditentukan oleh kaum borjuis. Sebagai contoh, seorang pekerja harus bekerja keras dan loyal kepada yang berkuasa agar bisa sukses. Loyalitas dan kerja keras merupakan nilai yang disepakati atau konsesus. Produksi kesepakatan semacam itu terjadi pada level 'suprastruktur' atau pada tataran ideologis, menurut Karl Marx, kondisi sosial ekonomi yang tercipta atas dasar konsesus tersebut merugikan bagi kelas proletar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x