OkiaKP
OkiaKP Content Writer

Interested in movies, lifestyle, fashion, popular news and complicated relationship.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Tren "FoodPorn", "FoodGasm", dan Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

14 September 2018   11:55 Diperbarui: 14 September 2018   19:06 1641 10 4
Tren "FoodPorn", "FoodGasm", dan Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
foodforfitness.co.uk

Alih-alih menjual rasa, menyodorkan tampilan menggoda dan dengan bantuan sosial media, kini mampu mendatangkan laba.

Mungkin kita lupa makanan apa yang pertama kali kita makan, mungkin juga lupa akan jenis rasa yang pertama kali meninggalkan kesan di lidah, tapi, kemungkinannya besar jika makanan itu merupakan makanan buatan Ibu, atau juga makanan yang dimasak di rumah.

Istilah makanan kekinian, hits dan populer yang berhasil merebut rasa ingin tahu para netizen dan juga citizen, perlahan-lahan mengalihkan perhatian dan ingatan mereka akan kenikmatan sederhana yang sudah pernah dikecap oleh lidah.

Dari sekian banyak istilah millenial yang muncul sebagai hashtag wajib pelengkap Instagram post, ada dua terms yang lumayan bikin kepo. FoodPorn & FoodGasm, they sound freak but pretty cool. 

Makna dari kedua istilah tersebut bisa dijabarkan sekreatif mungkin dari kata-kata itu sendiri. FoodPorn = makanan porno, tidak selalu berarti negatif, makna kontekstual dari FoodPorn merujuk pada tampilan visual makanan yang mampu menimbulkan hasrat ingin makan, menggugah selera dan yang lebih magical bisa merangsang air liur menetes.

Istilah FoodPorn sudah ada sejak tahun 1980, dimana FoodPorn menjadi transaksi linguistik dalam cara seseorang menafsirkan makanan dan sensasi makanan berdasarkan sejarah yang berkembang sebelumnya mengenai eksplorasi terhadap makanan secara mendetail dan spesifik (Mcbride, 2010).

Tren FoodPorn di era social media mendatangkan peluang baru bagi para pakar kuliner khususnya para Food Stylish untuk memamerkan keahliannya 'mendandani' makanan agar secara tampilan bisa menggoda, mengirimkan khayalan-khayalan cara makan,yang mungkin membawa kenikmatan kepada otak kita, dan yang paling dibutuhkan, mampu menghinoptis banyak orang untuk mengeluarkan banyak uang demi makanan tersebut.

One thing lead to another, seolah-olah opportunity berpihak pada para pebisnis kuliner atau juga start up yang mengurusi urusan makanan, food online ordering semakin melebarkan 'wilayah kekuasaannya' dengan menggandeng beragam merchants sebagai mitra dan memanen laba, dengan foto/tampilan makanan yang bisa bikin jatuh cinta, sebagai modal utama.

Strategi ini masih dirasa masuk akal, karena sebagian besar, tampilan makanan yang memancing selera dan terlihat artistik selalu menuntut harga lebih, dan bagi para food mania di luar sana, dengan memposting gambar makanan populer di akun nstagram mereka, kepuasannya seolah terbayar dengan harga makanan yang dibeli.

Mendapat rasa senang yang tak biasa karena mengikuti tren jajanan hits yang fotogenic dan pastinya FoodPorn banget, belum tentu semua orang setuju dengan istilah FoodPorn saja. Seolah tak cukup hanya dengan mengusik mata dan memicu nafsu makan, istilah lain muncul dan menambah makna baru.

FoodGasm. Secara sederhana, Nugroho (2015: 149) mendefinisikan FoodGasm sebagai 'sensasi menyenangkan saat makan'. Dan sensasi yang dimaksud sebenarnya bukan berarti datang dari rasa yang lezat, namun efek seru yang berbeda yang bisa dirasakan dari perpaduan rasa dan cara menikmati makanan tersebut.

Contoh sederhananya, bagi sebagian orang, sensasi berbeda yang seru dan bikin candu bisa terjadi saat memakan makanan pedas, makin pedas makin besar sensasi yang dirasakan.

Bisa juga terjadi saat memakan kuning telur setengah matang, mengunyah permen lalu pecah di mulut, menggigit tulang ayam goreng dan menghisap sumsumnya, sampai yang paling sering jadi favorit banyak orang, menikmati kulit ayam goreng tepung di akhir-akhir, hanya untuk bisa merasakan betapa serunya sensasi khusus yang didapat dari melakukan hal itu.

Pada FoodGasm, rasa bukan lagi tujuan utama. Rasa yang standart dan umum akan dianggap sangat cukup saat bagaimana cara menikmatinya memberikan sensasi tersendiri dan berujung kepuasan yang sulit dijelaskan.

Banyaknya foto yang beredar dengan tagar FoodPorn dan FoodGasm seakan-akan menandakan bahwa aggapan kualitas rasa yang berkurang mampu ditutupi dan dicover dengan sempurna oleh tampilan yang menawan, serta sensasi menyenangkan saat makan yang didapatkan.

FoodPorn and FoodGasm will be a dynamic duo, makanan yang menggoda nafsu makan serta memberikan sensasi kepuasan, mungkin cukup untuk mengalahkan makanan lain yang hanya mengandalkan kualitas rasa.

Meski makanan yang telah terbukti memiliki kualitas rasa terdepan tak cukup memenuhi syarat untuk melampirkan tagar #FoodPorn dan #FoodGasm, makanan dengan kualitas rasa unggulan selalu punya pelanggan dan penggemar tersendiri.

Walaupun FoodPorn dan FoodGasm cenderung bersifat merayu dan bertujuan untuk bikin jatuh cinta, namun bukan cinta yang salah jika kita mendapatkan sensasi seru dari jenis makanannya. Dan bukan berarti semua makanan hits dengan embel-embel FoodPorn dan FoodGasm tidak memiliki kualitas rasa yang sempurna.