Mohon tunggu...
Ignasia Kijm
Ignasia Kijm Mohon Tunggu... Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Bisnis Go Digital bersama GrabFood

4 Desember 2019   23:52 Diperbarui: 5 Desember 2019   11:43 0 1 1 Mohon Tunggu...
Bisnis Go Digital bersama GrabFood
Melalui #AplikasiUntukSemua yang dikedepankan GrabFood #SelaluBisa memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya. (sumber foto: https://gizmologi.id)

International Data Corporation (IDC) mencatat baru 10% dari 57 juta UKM di Indonesia yang sudah digitaliasi. Artinya, potensi pertumbuhan bisnis online masih sangat besar.

IDC memperkirakan total pengeluaran teknologi informasi dan telekomunikasi dari UKM hanya USD 1,5 milyar hingga akhir tahun 2016. Padahal berdasarkan data BPS total UKM di Indonesia lebih dari 50 juta. Kondisi ini memperlihatkan minimnya UKM Indonesia yang melek digital dan memanfaatkan internet untuk mengembangkan bisnisnya. Padahal menurut data IDC dengan teknologi digital ini pemanfaatan UKM bisa lebih meningkat.

Dilihat dari digital ekonomi sendiri dan proses digitalisasi, kita lihat masih banyak yang harus dilakukan stakeholder di Indonesia dari segi government, service provider di Indonesia, dan UKM itu sendiri. Perlu adanya kolaborasi dari masing-masing pihak untuk menuju arah digital economy. Dari segi spending masih kecil sekali untuk UKM di Indonesia.

Teknologi digital telah berkembang cepat beberapa waktu belakangan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, berbagai inovasi lahir dan membuka berbagai tantangan juga peluang.

Bagaimana peran teknologi digital dalam memberi manfaat secara luas? Tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah cukup tinggi, yakni hampir mencapai 55% dari total penduduk Indonesia. Melihat angka tersebut Indonesia memiliki potensi besar dalam kegiatan ekonomi digital. Namun pemanfaatan internet di Indonesia masih didominasi penggunaan media sosial.

Berdasarkan studi dari Deloitte tahun 2015, hanya sekitar 9% dari UKM di Indonesia yang telah menjalankan bisnis melalui platform ecommerce formal dan 36% UKM belum menggunakan teknologi informasi sama sekali. Tentunya hal ini sangat disayangkan karena pemanfaatan digital oleh UKM dapat meningkatkan pendapatan hingga 80% dan secara umum mendorong  pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2%.

Terkait hal tersebut, adopsi dan pemanfaatan digital untuk sektor produktif masih perlu didorong guna memperoleh manfaat yang lebih besar. Pemanfaatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital merupakan kunci dalam memperoleh nilai tambah dan daya saing di era digital.

Kemitraan

Pemerintah menargetkan digitalisasi lebih menyentuh sektor UKM. Sebanyak 6 juta UKM ditargetkan bisa go digital pada akhir 2020 mendatang. UKM menjadi salah satu pilar untuk merealisasikan target pencapaian potensi digital dalam roadmap ecommerce Indonesia.

Hingga tahun 2020 potensi ekonomi digital diproyeksikan mencapai USD 130 milyar. Tahun lalu riset Deloitte mensinyalir dari 57,9 juta UKM di Indonesia hanya 9% yang serius menggunakan internet sebagai media pemasaran dan penjualan produk. Sementara 36% lainnya sama sekali tidak memiliki akses internet baik melalui komputer maupun telepon pintar.

Percepatan digitalisasi diyakini akan memperkuat ketahanan UKM Indonesia agar produknya bisa bersaing di pasar global. Ini juga akan memperluas pasar baru dan memperkuat basis konsumen baik di pasar domestik maupun regional dan global.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x