Mohon tunggu...
Ignasia Kijm
Ignasia Kijm Mohon Tunggu... Wiraswasta - Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Hidup Lebih Sehat dan Berkualitas dengan Operasi Bariatrik

26 Agustus 2017   08:23 Diperbarui: 26 Agustus 2017   08:47 1287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dr. Handy Wing Sp. B, FBMS, FINACS, FICS dari Omni Hospitals Alam Sutera. (foto dokumentasi pribadi)

Operasi bariatrik merupakan solusi terakhir untuk orang-orang yang gagal dengan pola penurunan berat badan yang selama ini dikenal luas.

Obesitas adalah kondisi medis ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan yang merugikan kesehahatannya. Banyak penyakit yang disebabkan obesitas, diantaranya diabetes, darah tinggi, kolesterol, asam urat, stroke, jantung, dan banyak lagi. Cara paling mudah mengukur obesitas menggunakan Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI), yakni berat badan dibagi tinggi badan kuadrat. Jika BMI di bawah 25 artinya berat badan normal, overweight (25 sampai 30), obesitas (di atas 30), dan obesitas berat (di atas 40). Penyebab obesitas itu kompleks, antara lain genetik, keturunan, lingkungan, gaya hidup atau lifestyle, makan sembarangan, stress, kurang tidur, hingga pengaruh hormon.

Indonesia termasuk 10 besar negara dengan penduduk obesitas. Hal tersebut dikarenakan perkembangan atau kemajuan jaman, kehidupan di perkotaan, jarang bergerak,  makan tidak teratur, dan konsumsi minuman manis seperti sirup. Kelebihan kalori tersebut berdampak pada ledakan penderita obesitas.

Dr. Handy Wing Sp. B, FBMS, FINACS, FICS dari Omni Hospitals Alam Sutera menjelaskan bariatrik berasal dari bahasa Yunani 'baros' yang artinya berat. Bariatrik adalah ilmu yang mempelajari cara menurunkan berat badan seseorang dengan mengurangi asupan makanan. Metode yang saat ini paling banyak digunakan adalah sleeve dan bypass. 

Secara sederhana metode sleeve adalah lambung yang semula berbentuk bola dibuat menyerupai pisang. Akibatnya orang tersebut cukup konsumsi 4-6 sendok makan. Kelebihannya ialah rasa kenyang yang ditimbulkan akan sama dengan konsumsi satu atau dua piring nasi sebelum operasi. Melalui metode sleeve, hormon ghrelin atau hormon rasa lapar otomatis hilang. Kondisi tersebut membantu menurunkan nafsu makan. "Lambung yang penuh akan mengirim sinyal ke otak untuk stop makan. Orang itu sudah tidak sanggup, sudah kenyang, tidak bisa makan banyak lagi. Kira-kira dibuang tiga perempat dari ukuran lambung semula," ujar dr. Handy.

Sementara itu metode bypass sederhananya adalah mengecilkan lambung. Dengan demikian makanan cukup melewati mulut, kerongkongan, lambung, dan usus halus. Tidak lagi melewati jalan normal. Ibaratnya membuat jalan tol sehingga makanan lebih sedikit sampai dan penyerapan makanan menjadi terganggu. Misalnya, sebelumnya konsumsi 4-6 sendok semuanya diserap, sekarang hanya separuhnya yang diserap. Dengan demikian penurunan berat badan lebih bagus dibanding metode sleeve.

Metode bypass bisa mengobati diabetes. Diabetes tidak hanya mengalami perbaikan, bahkan kadang sampai normal kembali. Metode sleeve itu simple, tidak menyentuh usus sehingga penyerapan tidak terganggu. Kekurangannya adalah konsumsi minuman manis akan diserap sekecil apapun. Akibatnya kalori dan gula menjadi tinggi. Dengan demikian operasi ini kurang efektif untuk orang yang gemar konsumsi minuman manis.

Berbeda halnya dengan metode bypass dengan penurunan berat badan yang lebih besar. Ketika seseorang konsumsi minuman mengandung gula akan mengalami kram. Kekurangannya adalah absorbsi yang terganggu membuat orang tersebut harus konsumsi multivitamin dan kalsium seumur hidupnya. Misalnya dulu ia minum obat darah tinggi atau  obat kencing manis, setelah operasi semuanya stop. Kondisi kesehatan berubah normal tapi  asupan makanan menjadi sedikit. Durasi operasi pada bypass lebih panjang sebab memotong lambung dan usus dan menyambungkan usus ke lambung. Metode sleeve menghabiskan waktu kurang dari 2 jam sementara bypass lebih lama 30 menit.

Bukan Operasi Kosmetik

Kriteria menjalani operasi bariatrik untuk ukuran orang Asia adalah BMI harus di atas 37,5 atau di atas 32,5 dengan penyakit penyerta. Misalnya BMI 32,8 atau 33 dengan diabetes, kolesterol, asam urat, atau nyeri sendi. Dengan kata lain operasi bariatrik ditujukan bagi  orang-orang dengan kelebihan berat badan di atas 30 kg. Kalau kelebihan berat badan 5 atau 10 kg berarti BMI masih di bawah 30, artinya normal atau overweight tapi belum obesitas. Orang yang mengalami kondisi tersebut tidak perlu menjalani operasi bariatrik. Pasalnya operasi bariatrik bukan operasi kosmetik melainkan untuk kesehatan.  

Mengapa kita harus menurunkan berat badan? Obesitas atau sel lemak jahat adalah penyebab dari penyakit-penyakit yang lain, seperti migrain, asma, stamina menurun, rasa minder, hingga depresi. "Dengan kita mengatasi obesitas semuanya itu akan ikut hilang. Kalau ada orang yang ingin operasi bariatrik tapi kelebihannya 5-10 kg itu bukan kandidat. Pakai metode yang lain," kata dr. Handy dengan spesialisasi Minimal Invasive Surgery - Laparoscopy, Bariatrik & Metabolic Surgery.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun