Mohon tunggu...
Citta Zahra Primalia
Citta Zahra Primalia Mohon Tunggu... Mahasiswa - S1 Kesehatan Masyarakat

KKN TIM I UNIVERSITAS DIPONEGORO 2021/2022

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Budidaya TOGA sebagai Upaya Preventif terhadap Penyakit untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

26 Januari 2022   15:02 Diperbarui: 26 Januari 2022   15:04 573
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penanaman TOGA bersama siswa. (Dokpri)

SRAGEN (10/01) Salah satu upaya dalam menjaga kesehatan adalah upaya promotive dan preventif. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. 

Merespon pandemi COVID-19, Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional, yang juga bisa didapat dari TOGA. Program TOGA dari Kementerian Kesehatan diawali dengan terbitnya Permenkes No. 9 Tahun 2016. 

Beberapa jenis tanaman obat antara lain jahe, serai, bangle, lidah buaya, daun kumis kucing, daun dandang gendis, daun sarab, daun adas, daun afrika, mengkudu, kunyit putih, lengkuas, kencur, pohon sirsak, lidah buaya, bunga 7 jarum, lidah mertua, binahong, daun jarak dan masih banyak lagi.

Bentuk upaya promotive dan preventif dapat dilakukan dengan pemanfataan TOGA yang dijadikan obat tradisional. TOGA dapat dibudidayakan di hampir seluruh lahan dengan cara yang mudah dan sederhana. Dengan berbagai manfaat yang dapat diberikan, budidaya ini belum banyak diaplikasikan pada pelajaran anak sekolah dasar. 

Sehingga, pengetahuan siswa mengenai TOGA masih tergolong kurang. Pemahaman dan pemanfaatan TOGA perlu dilakukan sejak dini, yaitu pada masa anak-anak. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah program Gerakan Budidaya Tanaman Obat Keluarga bertempat di SD Negeri Peleman 1. 

Program ini berfokus untuk menumbuhkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam upaya budidaya TOGA. Kegiatan yang dilakukan yaitu pembuatan buku saku mengenai khasiat dan kegunaan TOGA yang selanjutnya digunakan sebagai bahan sosialisasi kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Peleman 1. 

Setelah siswa mendapatkan pengetahuan baru mengenai TOGA, dilakukan demonstrasi dan praktik penanaman TOGA yang dilakukan di halaman sekolah. TOGA yang ditanam antara lain kencur, kunyit, sereh, jahe, lengkuas, daun kelor, kumis kucing, daun binahong, dan daun sirih. 

Sosialisasi TOGA kepada para siswa. (Dokpri)
Sosialisasi TOGA kepada para siswa. (Dokpri)

Penanaman TOGA bersama siswa. (Dokpri)
Penanaman TOGA bersama siswa. (Dokpri)

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi dengan sangat antusias, karena mereka turut ikut serta dalam proses penanaman. Kemudian, mahasiswa KKN membagikan olahan dari TOGA berupa pudding jahe kepada para siswa dan guru. Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan kesan rasa tidak enak pada TOGA dan olahannya khususnya untuk para siswa, dan menambah kesan bahwa TOGA tetap bisa dinikmati dengan enak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun