Mohon tunggu...
Cintya Christ
Cintya Christ Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Temporary Writer and Speaker

I speak what I think through blogging

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Tuhan yang Baru

8 Maret 2021   15:26 Diperbarui: 8 Maret 2021   15:45 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seperti kita ketahui bersama bahwa kita sedang berperang dengan pandemik Covid-19 sejak awal tahun 2019 lalu hingga kini. Berbagai aspek dalam kehidupan kita terkena dampaknya. Anak-anak tidak dapat datang ke sekolah, pekerja tidak dapat datang ke kantornya, pedagang tidak dapat menjajakkan jualannya. 

Hari ini, kita bahkan masih tidak dapat bepergian ke mana pun kita suka dengan bebas dan harus berdiam diri di dalam rumah sebisa mungkin. Jika pun harus meninggalkan rumah, kita harus selalu memakai masker ke mana pun kita pergi. Dengan terpaksa tidak dapat memeluk orang-orang yang kita kasihi. Tidak berhenti di situ, kita juga tidak dapat datang ke gereja di setiap minggunya. Gereja terpaksa harus menghentikan kegiatan tatap muka dan beralih dengan melaksanakannya secara daring.

Kita mungkin patut bersyukur atas apa yang dianugerahkan kepada kita saat ini, yaitu teknologi yang canggih. Teknologi sungguh membantu kita dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini. Kendati harus bertemu secara daring, namun setidaknya kita tetap dapat bersekutu. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa teknologi ini dapat menciptakan Tuhan yang baru bagi manusia?

Anthony Levandowski merupakan seorang pria Amerika Serikat yang lahir para 15 Maret 1980 dan merupakan seorang yang ahli dalam bidang teknologi.

Anthony Levandowski
(Photo by: Michelle Lee)

Pada 2008 lalu, Levandowski berhasil merancang mobil swakemudi pertama dan menjual hasil penelitiannya itu kepada Google. Sejak saat itu hingga kini, Levan terus menerus terlibat dalam bidang teknologi, khususnya AI (Artificial Intelligence). 

AI merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh sistem untuk menginterpretasikan data eksternal secara benar, yang juga mampu untuk mempelajari sejumlah data, dan memakai semua data yang telah dipelajarinya itu untuk memperoleh tujuan-tujuan spesifik tertentu dan untuk melakukan sejumlah tugas melalui peristiwa adaptasi yang fleksibel.

Berdasarkan sejarahnya, program pertama sistem kecerdasan buatan/ AI telah dituliskan sejak tahun 1951 oleh Christopher Strachey yang dahulunya merupakan seorang direktur pada bagian Programming Research Group di Universitas Oxford. Program yang dirancang oleh Strachey itu kemudian diujicoba pada computer Ferranti Mark I di Universitas Menchester, Inggris. 

Selain percobaan yang dilakukan oleh Strachey, percobaan lainnya juga dilakukan oleh Anthony Oettinger di Universitas Cambridge. Apabila Strachey menciptakan kecerdasan buatan dalam bentuk checker, Oettinger mencoba menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan untuk membantu kegiatan berbelanja. Ia membuat simulasi bagi para pembeli di dunia dengan mencantumkan delapan buah toko. Sistem yang ia pakai, apabila seseorang hendak membeli suatu hal, maka sistem itu akan mencari benda/ hal yang dicari dan akan mencarikannya di toko-toko secara acak yang berpotensi menjualnya hingga benda yang dicari ditemukan oleh sistem.

Sistem kecerdasan buatan itu sendiri memiliki tiga tujuan, yaitu untuk membuat komputer menjadi lebih cerdas, untuk mengerti tentang kecerdasan, dan juga untuk membuat mesin menjadi lebih berguna. Apa yang dimaksud sebagai kecerdasan dalam hal ini menurut Winston dan Prendergast ialah kemampuan untuk memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu melalui suatu penalaran dan mampu memecahkan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan efektif. S

istem kecerdasan buatan akan bekerja melebih program konvensional yang hanya mengandalkan algoritma dengan menggunakan rumus untuk menghasilkan solusi. Sementara sistem kecerdasan buatan lebih bersifat kompleks sebab sistem ini menggunakan simbol yang dapat mendeteksi banyak hal seperti kata, kalimat, angka untuk merepresentasikan obyek, proses dan hubungan-hubungan diantaranya. Obyek itu sendiripun dapat merupakan manusia, benda, ide, konsep, ataupun pertanyaan-pertanyaan. Sistem ini diciptakan untuk menjawab persoalan-persoalan yang jauh melebihi program konvensional biasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun