Mohon tunggu...
Christie Stephanie Kalangie
Christie Stephanie Kalangie Mohon Tunggu... Through write I speak.

Berdarah Manado-Ambon, Lahir di Kota Makassar, Merantau ke Pulau Jawa.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Rest in Peace Raditya Oloan, Darimu Kita Belajar Apa Itu Badai Sitokin

9 Mei 2021   20:20 Diperbarui: 9 Mei 2021   20:37 110 10 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rest in Peace Raditya Oloan, Darimu Kita Belajar Apa Itu Badai Sitokin
Joanne Alexandra dan suaminya, Raditya Oloan | www.intipseleb.com

Rest In Love Raditya Oloan, motivator yang sangat menginspirasi, juga darimu kami yang masih tertinggal di dunia fana ini mengerti akan apa itu Badai Sitokin.

Kabar duka datang dari suami artis Joanna Alexandra, Raditya Oloan yang menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 6 Mei 2021 pukul 18.13 WIB di 

Diketahui dari unggahan Instagram pribadi Jonna Alexandra @joannaalexandra, sebelum meninggal, sang suami memang beberapa waktu belakangan sedang berjuang melawan Covid-19. Kondisinya diperparah karena ia juga mengidap penyakit bawaan seperti asma.

Beredar kabar bahwa virus Covid-19 sudah merusak organ paru-parunya sehingga Raditya Oloan harus mendapat perawatan intensif. Namun sebelum meninggal, sang istri mengatakan bahwa Radit sudah dinyatakan negatif dari virus Covid-19. 

Selain itu, Raditya juga diketahui sempat alami kondisi badai sitokin (cytokine storm). 

Lalu, apa itu badai sitokin?

Ilustrasi gambar | www.lifestyle.okezone.com
Ilustrasi gambar | www.lifestyle.okezone.com

Badai Sitokin adalah kondisi respons imun tubuh berlebihan, biasanya dipicu oleh infeksi. Sitokin adalah protein yang mengomunikasikan sinyal-sinyal tubuh untuk merespons infeksi. Jika respons berlebih pada sistem imun, bisa terjadi hyperinfalamtion.

Virus corona baru yang bernama resmi SARS-CoV-2 dianggap dapat menyebabkan badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi. Ketika virus SARS-CoV-2 memasuki tubuh seseorang, maka sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin, sehingga inilah yang menyebabkan pasien Covid-19 bisa mengalami badai sitokin.

Pada kasus ini, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2. Sitokin umumnya hanya berfungsi sebentar dan akan berhenti ketika respon kekebalan tubuh sudah tiba di dareah yang terinfeksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x