Mohon tunggu...
Christie Stephanie Kalangie
Christie Stephanie Kalangie Mohon Tunggu... Berdarah Manado-Ambon, Lahir di Kota Makassar, Merantau ke Pulau Jawa.

She loves pondering the life and pouring it down into the words. She's a melancholy who believes that writing is more than just typing down, yet attracting people to fall in love with something in the way you want it to be.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tali Pengait Masker "Mask Strap" Ngetren, Apa Kata Satgas Covid-19?

7 Maret 2021   13:40 Diperbarui: 7 Maret 2021   14:32 478 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tali Pengait Masker "Mask Strap" Ngetren, Apa Kata Satgas Covid-19?
Mask Strap, Source Photo: www.beautified.co.id

Penggunaan masker adalah kebutuhan wajib di masa pandemi Covid-19, terutama jika bepergian ke tempat umum. 

Bagi anak muda, memakai masker yang polos sepertinya terlihat kurang menarik, sehingga muncul tren tali pengait masker "mask strap". 

Di marketplace, bisa dengan mudah kita temui sejumlah penjual menawarkan tali pengait masker dengan beragam model, bahan, dan harga.

1. Asal mula tren tali pengait masker

Penggunaan mask strap atau tali pengait masker sendiri mulai muncul di akhir 2020. Saat itu mulai banyak artis asal Korea Selatan yang tampil menggunakan mask strap

Tak lama setelah itu, penggunaan tali pengait masker juga akhirnya menjadi hal yang menarik bagi kalangan anak muda Indonesia. 

2. Pro-kontra tali pengait masker jadi sorotan Satgas Covid-19

Sayangnya, tali pengait masker tidak dianjurkan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Katanya, pemakaian tali pengait masker justru berpotensi menyebarkan virus. 

"Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Jadi sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting, SpP (K), dalam konferensi pers BNPB yang disiarkan Minggu (21/2/2021). 

Menurut Alex, menggantungkan masker berpotensi menyebabkan bagian dalam masker terekspos area luar yang mungkin juga menempel di bagian leher. Hal ini akan memperbesar potensi penularan virus corona. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x