Mohon tunggu...
Christie Stephanie Kalangie
Christie Stephanie Kalangie Mohon Tunggu... Bukan penulis, hanya menulis.

Berdarah Manado-Ambon, Lahir di Kota Makassar, Merantau ke Pulau Jawa.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Perjuangan Mahasiswi Kelas Karyawan

10 Oktober 2019   15:05 Diperbarui: 12 Oktober 2019   10:20 3716 9 4 Mohon Tunggu...
Perjuangan Mahasiswi Kelas Karyawan
Source :  shutterstock.com

Menjalani dua hal secara bersamaan bukanlah hal yang mudah. Seperti yang sedang saya jalani saat ini, bekerja sambil berkuliah. Banyak sekali rintangan dan konsekuensi yang harus saya hadapi, juga konsistensi untuk menjalani keduanya.

Bekerja sambil berkuliah tidak sekeren yang kalian lihat, butuh mental dan fisik yang kuat agar keduanya bisa dijalani secara bersamaan. Namun, demi menggapai cita-cita, saya berani mengambil keputusan ini karena saya sadar bahwa pendidikan adalah harta yang tidak akan ada habisnya.

Saya adalah seorang karyawan swasta yang sudah bekerja selama 9 bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk berkuliah. Karena sudah menjadi seorang karyawan, tentunya waktu sudah habis dengan kerjaan-kerjaan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, saya tidak bisa masuk kelas reguler seperti perkuliahan biasanya.

Setelah tabungan sekiranya cukup untuk melakukan pendaftaran, saya mulai mencari kampus yang memiliki program kelas karyawan (Kelas Eksekutif atau Kelas Malam) dan akhirnya melakukan pendaftaran di salah satu kampus swasta ternama di Jakarta Selatan.

Saya mengambil program studi Akuntansi Manajemen karena keinginan keluarga besar, walaupun jauh di lubuk hati yang terdalam saya sebenarnya ingin mengambil program studi Broadcast Jurnalism

Namun, karena berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih jurusan yang sekarang dan mencoba menjalaninya. Saya selalu berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kedua hal ini bukan tak mungkin bisa dilakukan.

Beruntung, kampus dimana saya menempuh pendidikan ini menyediakan kelas di akhir pekan selama 7 jam tanpa jeda atau istirahat. Setidaknya, di hari kerja saya bisa fokus dengan pekerjaan dan tidak begitu lelah karena harus melanjutkan perkuliahan pada malam harinya.

Biaya yang saya keluarkan juga tidak begitu banyak seperti kelas reguler, karena kelas karyawan tidak membebankan biaya pembangunan dan ekstrakurikuler.

Ya, secara tidak langsung saya telah belajar banyak mengenai cara mengatur keuangan saya dengan baik. Mulai dari tabungan, biaya kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan sampai dengan biaya tak terduga, harus saya atur sedemikian agar terus dapat mencukupi kehidupan saya.

Rasa suka yang saya alami selama menjadi mahasiswi kelas karyawan antara lain, karena bertemu dan berkenalan dengan mahasiswa/i "dewasa" (cara berpikir dan cara bertindak) di atas mahasiwa/i reguler, walaupun tidak semuanya. Namun dengan keadaan tersebut, kelas menjadi lebih kondusif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x