Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Prolog 1 - Kesombonganku sebagai Orang Muda yang Mengandalkan Kekuatan Diri

2 Juni 2021   10:03 Diperbarui: 2 Juni 2021   10:59 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi pribadi  | Aku dalam mega proyekku, sebelum serangan stroke

Masa depanku, sangat gemilang. Bukan aku mau sombong, tetapi itulah kenyataannya!

Ketika aku bekerja keras dimuai dengan awalku sebagai aritek sejak tahun 1992 lalu, mottoku adalsh untuk membangun masa depan yng gemilang, lewat  pekerjaan dan prestasi2ku. Sebuah gambaran "kesombongan" seorang anak muda, yang mrasa mampu melakukan semuanya, tanpa mau membawa Tuhan dalam sepak terjang nya .......

Aku sendiri, tidak banyak berpikir tentang itu.

Aku lulus S1 sebagai seorang insinyur jurusan arsitektur di umur 22 tahun (4 tahun S1), dan memulai karirku sebagai seorang arsitek junior di PT Ciputra Development. Juga aku membawa hidupku berbisnis membangun rumah2 dengan interior2 toko, dengan mantan suamiku.

Aku lulus S2 sebagai seorang Magister Managemen, dan terus menyusun karirku sesuai dengan minta dan bakatku sebagai seorang arsitek.

Selain itu juga, aku melayani sebagai seorang arsitek di RS PGI Cikini Jakarta, bersama bapakku, untuk merenovasi dan membangun rumah sakit tersebut, sebagai bentuk pelayananku bagi Tuhan. Dan, aku mempunyai pengalaman yang luarbiasa sebagai seorang arsitek, dengan beda2 pengalaman pekerjaan.

Sehingga, tidak heran ketika awal umur 30 tahun, posisiku di pekerjaanku sudah cukup lumayan dan penghasilanku kudapat dari berbaai sumber .....

Aku terus kerja keras, sampai aku mulai berpikir bahwa, semuanya tetap harus diperjuangkan! 

Bagaimana jika anak2ku tidak bisa sekolah?

Bagaimana jika anak2ku mau kuliah di luar negeri?

Bagaimana jika anak2ku sakit? Dan sebagainya, dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun