Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Just a survivor

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Pandangan "Negeri Sakura" tentang Kaum Disabilitas

21 Juli 2019   16:04 Diperbarui: 21 Juli 2019   18:32 0 5 1 Mohon Tunggu...
Pandangan "Negeri Sakura" tentang Kaum Disabilitas
Aku, sebagai bagian dari kaum disabilitas dunia, nyaman dan aman di negeri Sakura, Jepang | Dokumentasi pribadi

Ketika aku sekarang sering ke Jepang, minimal setiap 3 bulan sekali, untuk menjenguk anakku yang kuliah dan bekerja di sana sejak tahun 2017 lalu, justru keadaanku "hanya" sebagai seseorang yang dalam keterbatasan: duduk di atas kursi roda karena lumpuh separuh tubuh kanan, karena stroke berat. Dan, ternyata justru aku menemukan duniaku di Jepang. Sebuah dunia yang "ramah disabilitas", di mana aku hanya bisa  duduk di kursi roda, melakukan hal-hal yang aku inginkan, dengan nyaman dan aman, diseluruh pelosok kota-kota di Jepang.

Ya, selama aku sudah hampir 10 tahun sejak tahun 2010 terserang stroke berat ini, aku sudah mengunjungi 3 benua dengan puluhan kota-kota besar di benua Eropa, Amerika, dan Asia. Di mana, akhirnya aku bisa keras berbicara bahwa, negeri Jepang lah, yang aku katakan sebuah negeri yang fully ramah disabilitas.

Negara-negara di Eropa dan Amerika, memang cukup ramah bagi kami kaum disabilitas, tetapi karena Eropa konsep bernegaranya adalah "heritage", di mana semua bangunan atau fasilitas-fasilitasnya tidak bisa diubah untuk pemugaran, sehingga untuk fasilitas didabilitas dibangunkan yang tersendiri.

Sehingga, disabilitas pemakai kursi roda, misalnya, sebagian besar tidak bisa masuk ke wisata-wisata kota tua, melainkan kami bisa masuk dari jalan yang lain, padahal kami inginnya bukan kesana.

Bagaimana dengan Amerika?

Ya, Amerika pun ramah disabilitas. Tetapi, karena dataran Amerika sangat luas, sehingga ada beberapa kota dan bagian-bagian kota hanya bisa dengan mobil karena tidak ada angkutan umum.

Sehingga, sebagai disabilitas dengan kursi roda, aku harus mita bantuan untuk pergi ke sana dengan naik mobil pribadi atau taksi.

Jepang?

Jepang adalah sebuah Negara kecil dan padat. Bahkan, warga nya sendiri berdesak-desakan untuk hidup. Dan pemerintah Jepang sangat concern dengan faslitas-fasilitas dalam kepadatannya. Termasuk disabilitas.

Sehingga, justru di Jepang lah aku benar2 nyaman, tanpa bantuab siapapun, kecuali dengan Tuhan .....

Negara-negara Asia yang lain, seperti Singapura, memang ramah disabilitas, tetapi tetap ada beberapa titik di sana yang belum ramah untuk kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x