Mohon tunggu...
Reinhard Hutabarat
Reinhard Hutabarat Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penikmat kata dan rasa...

Menulis untuk senang-senang...

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Misteri Cupang Dalam Kitab Kamasutra

23 Oktober 2021   01:15 Diperbarui: 23 Oktober 2021   01:36 1650
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Warna yang muncul kemudian di permukaan kulit tadi (merah, ungu gelap, atau biru) bergantung kepada intensitas (semangat dan mutu) dari aktivitas berciuman tadi. 

Mutu yang paling rendah biasanya akan menghasilkan warna merah, sedangkan mutu paling tinggi menghasilkan warna biru.

Cupang biasanya muncul di area leher, tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat di area tersembunyi pada bagian tubuh lainnya. 

Nah apa yang terjadi dengan Karel tadi, ternyata persis seperti apa yang diterangkan oleh kitab Kamasutra ini. goodjob!

Pertanyaan berikutnya, mengapa cupang itu berbekas?

Kulit sendiri terdiri dari tiga lapisan, epidermis, dermis dan hipodermis. Epidermis (lapisan terluar kulit) sendiri tidak memiliki pembulu darah. 

Nah cupang sejatinya adalah sebuah memar, yang merupakan dampak dari pecahnya pembuluh darah di lapisan dermis, yang terjadi ketika Anda atau pasangan mencium terlalu lama atau kuat.

Sebenarnya defenisi "mencium terlalu lama atau kuat" ini perlu dipertegas agar tidak terjadi bias. 

Cupang sejatinya adalah kombinasi dari sebuah isapan kuat (oleh kedua bibir) yang dilakukan secara simultan dengan gigitan manja dari gigi seri (gigi depan) Sebagai catatan, kalau dilakukan dengan gigi taring, berarti pelakunya itu adalah seorang vampir!

Jadi cupang yang terlihat tersebut sebenarnya adalah darah yang terperangkap di lapisan dermis tadi.

Apakah cupang berbahaya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun