Mohon tunggu...
Reinhard Hutabarat
Reinhard Hutabarat Mohon Tunggu... Penikmat kata dan rasa...

Seorang penulis amatir yang menyukai semua genre tulisan

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Fiksi | Bibib Kapok Kawin Lagi

24 Februari 2018   05:00 Diperbarui: 24 Februari 2018   05:15 0 5 3 Mohon Tunggu...
Fiksi | Bibib Kapok Kawin Lagi
Sumber foto : qalansuwa.com

Dini hari itu sayup-sayup terdengar suara musik gambus irama Padang Pasir dari ruang tidur. Bibib tampak duduk meringkuk ketakutan diatas ranjang. Bibirnya terasa nyeri dengan muka terlihat lebam. Sejenak dia meraba mulutnya, duh.. gigi palsunya tidak ada! Dia lupa tadi dimana menclatnya. Bibib kemudian meraih selimut untuk mengusap rambut putihnya yang terasa basah, ada darah sedikit! Bibib kemudian hanya bisa terisak sedih sambil meneteskan air mata.

"Bug bug bug!" suara pintu kamar digebuk, "Hayo buka pintunya cepat!" terdengar suara orang marah. Bibib semakin ketakutan. Bibib terdiam sambil memeluk kakinya rapat-rapat.

Orang yang diluar itu, tak lain tak bukan adalah Komariah, istri keempat Bibib. Komariah  bersama pacarnya, Komariahtun, baru saja menggebuki Bibib yang naas itu. Sejak kehadiran Komariahtun dirumah mereka, episode KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pun dimulai. "Duet maut" itu sering melakukan kekerasan seksual kepada Bibib...

Duet Komariah itu akhirnya meninggalkan Bibib begitu saja, setelah sebelumnya menggondol semua harta bendanya. Hanya batu cincin saja yang tersisa, tapi yang bacan dan delima sudah raib! Rantai emas hadiah perkawinan yang dibelikan Bibib juga menghilang. Hanya rantai dari bekas kaleng biskuit yang tergeletak diatas meja... Kini Bibib hanya bisa meratapi nasibnya yang malang.

"Masih pengen kawin lagi be?" tanya Sri, putri bungsunya beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu kepadanya, Bibib hanya menggeleng sedih...

***

Bibib berusia tujuh puluh lima tahun. Dulu dia itu juragan ayam potong di Pasar Minggu. Istrinya Sundari, meninggal lima belas tahun yang lalu. Lima tahun setelah isterinya meninggal, Bibib kemudian menikahi Saodah, janda semok beranak empat yang sering membeli ayamnya di pasar.

Tepat tiga bulan usia pernikahan mereka, Bibib dan Saodah lalu "honey-moon" ke Bali. Tetapi baru saja sehari berlibur di Bali, terpaksalah Amri, anak sulung Bibib itu harus menjemputnya kemudian ke Bali!

Ternyata Bibib ditinggalkan Saodah sendirian di pos polisi Gianyar. Bu Saodah raib entah kemana dengan membawa seluruh harta Bibib. Yang tertinggal disaku celana Bibib kemudian hanyalah mancis dan uang lima ribu rupiah saja. Rokoknya yang tinggal setengah bungkus itu pun raib diambil Saodah! Untunglah polisi yang berbaik hati itu segera menolongnya, sambil tak lupa melap air mata Bibib yang terus saja jatuh bercucuran...

***

Dua tahun kemudian Bibib kawin lagi dengan Wak Jamila, janda genit dari Bandar Selamat Ujung Tembung, di pinggiran kota Medan itu. Mereka bertemu ketika Bibib berdarmawisata ke Istana Maimoon Medan. Ketika itu Bibib langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Wak Jamila. "Tatapan matanya bikin gua kelelep" katanya kepada Amri ketika itu!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x