Mohon tunggu...
Chelsea Anastasia
Chelsea Anastasia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran

A student. Having interest in pouring thoughts into words has led me to be productive as a content writer and/or creator.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Merayakan Idulfitri dengan Mensyukuri Surga Dunia Ciptaan-Nya di Gili Trawangan

13 Mei 2022   21:12 Diperbarui: 13 Mei 2022   21:20 388 7 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
PENGUNJUNG BERENANG. Pengunjung hotel di Gili Trawangan berenang dan menikmati pemandangan setelah matahari terbenam, Kamis (5/5). (Chelsea Anastasia)

Peringatan Hari Idulfitri identik dengan hari kemenangan. Tentunya, ada banyak cara untuk merayakan kemenangan pada hari Idulfitri, misalnya dengan memberikan self-reward untuk diri sendiri dengan melihat dan mensyukuri surga dunia berupa alam ciptaan-Nya. 

Ketika membicarakan tempat yang menjadi destinasi paling cocok ketika ingin bepergian menikmati alam, khususnya lautan dan pantai yang memukau, tidak mungkin orang-orang melupakan Gili Trawangan. Salah satu pulau dari tiga pulau kecil di Lombok ini menjadi destinasi favorit tak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Cuti bersama yang diadakan pemerintah tahun ini dalam rangka memperingati hari raya Idulfitri berlangsung selama 29 April—6 Mei 2022. Cuti bersama ini menjadi kesempatan yang dimanfaatkan umat Muslim untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, baik dengan melakukan mudik maupun tidak. 

Selain merayakan Idulfitri dengan silaturahmi di rumah-rumah keluarga, ternyata ada juga umat Muslim yang memilih untuk merayakan Idulfitri dengan suasana pantai, lautan, suara ombak, dan suara langkah-langkah kaki kuda. Apa yang membuat mereka memilih suasana demikian untuk merayakan hari raya dibandingkan silaturahmi dengan makan bersama di rumah keluarga?

MENGEMUDI CIDOMO. Pengemudi cidomo yang sedang mengarahkan kuda agar berjalan sampai tempat tujuan, Rabu (27/4). (Chelsea Anastasia)
MENGEMUDI CIDOMO. Pengemudi cidomo yang sedang mengarahkan kuda agar berjalan sampai tempat tujuan, Rabu (27/4). (Chelsea Anastasia)

Dari antara mereka yang merayakan Idulfitri dengan suasana lautan di pulau kecil Gili Trawangan, salah satunya adalah seorang pengemudi cidomo yang menolak untuk dituliskan namanya. “Iya, (merayakan) lebaran, tapi kami (para pengemudi cidomo) biasanya baru pulang ke rumah, bareng keluarga, itu setelah lebaran. Ganti-gantian juga, nggak bisa semuanya pulang karena ‘kan banyak (pengunjung) yang baru sampai di pelabuhan. Apalagi libur lumayan lama gini,” ucapnya sambil mengemudi cidomo.

Dilansir dari KBBI, cidomo (singkatan dari cikar, dokar, dan mobil) adalah dokar yang ditarik kuda dan menggunakan roda dari ban mobil bekas. Cidomo biasanya digunakan sebagai alternatif transportasi di Nusa Tenggara Barat. Di sepanjang Gili Trawangan, hanya tersedia sepeda dan sepeda listrik sebagai transportasi yang bisa ditemukan di setiap sudutnya. 

Akan tetapi, terbatasnya ketersediaan sepeda dan nihilnya kendaraan bermotor di pulau ini membuat kehadiran cidomo sangat vital bagi pengunjung. Akibatnya, banyak pengemudi cidomo yang harus menunda kumpul keluarga pada hari raya karena permintaan jasa cidomo yang tinggi.

Nggak hanya saat Lebaran, saat libur akhir tahun juga sama. Tapi alhamdulillah-nya, sekarang sudah rame. Waktu tahun pertama (pandemi) ‘kan sepi banget, tuh. (Para pengemudi) diem aja di pelabuhan. Sekarang, malah pengunjungnya yang harus nunggu kita selesai nganter,” lanjut sang pengemudi.

MAKAN SIANG. Makanan dan minuman yang disajikan siang hari untuk makan siang sambil menikmati pemandangan pantai, Senin (2/5). (Chelsea Anastasia)              
            googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});
MAKAN SIANG. Makanan dan minuman yang disajikan siang hari untuk makan siang sambil menikmati pemandangan pantai, Senin (2/5). (Chelsea Anastasia) googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});

Hotel-hotel di Gili Trawangan juga telah ramai dengan pengunjung. Di salah satu hotel, banyak keluarga besar yang menginap untuk berlibur bersama, salah satunya adalah keluarga dari Linda (35).

“(Karena) lebaran sebelumnya ‘kan udah ngumpul di rumah neneknya (anak-anak), malahan (tahun) 2020 nggak bisa ngumpul keluarga besar. Nggak bisa mudik ‘kan, ya, waktu itu. Jadi, tahun ini kepikiran (merayakan) Lebaran sambil liburan. Mumpung (anggota keluarga) pada masih kuat,” ungkapnya setelah ditanya alasannya memilih merayakan Idulfitri dengan berlibur.

Baginya, kondisi pandemi yang sudah membaik juga menjadi hal yang patut disyukuri pada Idulfitri kali ini. “Apalagi (grafik) pandemi udah turun juga, jadi nggak terlalu takut lagi untuk liburan di (hari) Lebaran sekarang. Jadi bisa ngeliat suasana yang alam banget kayak gini lagi, alhamdulillah. Udah jenuh juga, nih, sama suasana kota,” ungkap seorang ibu dari dua orang anak tersebut sambil bergurau.

Berdasarkan cerita Linda, keluarganya bahkan membawa kaftan dan setelan ke Gili Trawangan untuk merayakan Lebaran. “Lagian di sini juga ada masjid, jadi kenapa enggak, kan, Lebaran di sini? Udah siapin baju (Lebaran)-nya juga, lho, dibawa sampe sini. Biar nggak kalah sama (orang-orang) yang foto-foto di rumah,” ujarnya sambil tertawa.

MEMANTAU ARUS. Seorang pemandu public boat duduk di bagian depan perahu untuk memantau arus laut, Rabu (4/5). (Chelsea Anastasia)
MEMANTAU ARUS. Seorang pemandu public boat duduk di bagian depan perahu untuk memantau arus laut, Rabu (4/5). (Chelsea Anastasia)

Selain keliling pulau naik cidomo dan menginap di hotel-hotel memukau, bagi banyak orang, berlibur ke Gili Trawangan tidak lengkap rasanya jika tidak snorkeling. Oleh karena itu, dengan mulai banyaknya wisatawan, fasilitas untuk para wisatawan yang rindu untuk snorkeling juga banyak tersedia. 

Untuk snorkeling, wisatawan harus menaiki public boat menuju tempat yang aman untuk snorkeling, yaitu di sekitar Gili Meno. Gili Meno adalah gili (pulau kecil) lainnya dari tiga gili di Lombok, selain Gili Trawangan dan Gili Air. Berbeda dengan Gili Trawangan yang terkenal sebagai destinasi untuk menikmati pantai dan bersepeda santai, Gili Meno dikenal sebagai pulau yang cocok bagi para pasangan baru menghabiskan waktu untuk bulan madu. Demikian dijelaskan oleh Rahmat, pemandu public boat menuju Gili Meno yang juga merayakan Idulfitri.

“Kemarin sih sempat pulang ke Mataram (lokasi rumah) karena waktu Lebaran masih banyak (pemandu) yang lain yang jaga di sini. Padahal saya udah siap-siap juga kalau nggak sempat pulang. Masih bisa (pulang) ternyata,” ucapnya.

“Tapi, kalau pun kemarin nggak sempat, saya mah nggak apa-apa. Memang udah begini (pekerjaannya). Udah terbiasa di laut, tidur juga di laut. Tapi, mah, kayaknya (para pemandu) yang lain juga sempat pulang, kok. Paling ada yang telat (pulang untuk Lebaran) aja. Sudah risiko (bekerja) di tengah laut dan pulau kecil,” lanjutnya tentang pengalamannya merayakan Idulfitri tahun ini.

MATAHARI TERBIT. Pemandangan matahari terbit sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan Gili Trawangan, Jumat, (6/5). (Chelsea Anastasia)   
(function(d,a,b,l,e,_) {
if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l);
e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js';
_=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_);
})(window,document,'dable','script');
dable('setService', 'kompasiana.com');
dable('sendLogOnce');
dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');
MATAHARI TERBIT. Pemandangan matahari terbit sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan Gili Trawangan, Jumat, (6/5). (Chelsea Anastasia) (function(d,a,b,l,e,_) { if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l); e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js'; _=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_); })(window,document,'dable','script'); dable('setService', 'kompasiana.com'); dable('sendLogOnce'); dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');
Banyak cara untuk merayakan Idulfitri bagi setiap umat Muslim. Meskipun umumnya kita melihat umat Muslim merayakannya dengan silaturahmi dengan keluarga di rumah, ada pula mereka yang karena preferensi ataupun tuntutan—memilih merayakan Idulfitri dengan suasana alam yang segar untuk membersihkan pikiran dan menenangkan hati. Lagipula, pada akhirnya, Idulfitri selalu tentang kemenangan setiap umat-Nya dari segala godaan. Oleh karena itu, setiap umat yang telah berhasil melewatinya dengan lancar berhak merayakan dan mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan cara yang berbeda-beda, termasuk dengan menikmati surga dunia, alam semesta ciptaan-Nya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan