Mohon tunggu...
Sirilus
Sirilus Mohon Tunggu... Guru - pencinta budaya terutama budaya Manggarai dan filsafat. Juga ingin studi antropologi.

Saya ingin mengajak kaum muda untuk melestarikan budaya kita. Ini adalah harta kekayaan kita yang berharga. Saya juga peduli dengan peristiwa yang terjadi di masyarakat. Untuk itu subscribe chanel youtube saya :motivasi hidup . Chanel ini berisi musikalisasi puisi dan video mengenai budaya dan daerah wisata.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Anak-anak Kelas 1 SD "Korban" Sekolah Online

17 September 2020   23:13 Diperbarui: 19 September 2020   05:11 1321
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak belajar di rumah (shutterstock via KOMPAS.com)

Dengan kata lain, mampu secara berlahan-lahan untuk membawa anak-anak keluar dari rasa kenyamanan bersama orangtua, untuk merasakan suasana aman di sekolah. 

Saya merasa bahwa guru kelas satu SD itu luar biasa karena berhadapan dengan anak-anak yang sebagian belum tahu sama sekali tentang dunia pendidikan, membaca belum bisa, menulis dan juga menghitung.

Saya saat masuk sekolah dasar kelas satu SD, saya sama sekali belum bisa membaca, menulis dan menhitung.

Saya berangkat ke sekolah dengan pikiran kosong akan apa itu sekolah. Yang saya tahu bahwa sekolah itu bisa bermain dengan teman-teman dalam jumlah yang banyak. Dan saya berjumpa dengan sosok seorang guru kelas satu yang keras, tidak bisa membaca berlutut. 

Dengan itu saya menjadi pribadi yang berusaha agar bisa membaca dan menulis sertia menghitung. Karena saya sudah berjumpa dengan guru yang tidak sama dengan orangtua saya. 

Guru ini seorang yang keras, kalau anak-anak tidak mau dan tidak tahu membaca akan berlutut. Tidak sama seperti di rumah kalau tidak menuruti perintah orangtua dibayar dulu mengunakan uang agar menuruti. Jadi di sekolah mental diubah untuk mandiri.

BorneoNews
BorneoNews
Senangnya menjadi murid kelas satu baru itu juga karena memiliki dan berjumpa dengan teman-teman baru, maklum juga kita yang masih dalam tahap bermain berjumpa dengan teman baru itu rasanya senang sekali, bisa bermain bersama. 

Saat pulang kita juga pulang secara bersama-sama dan di rumah mama kita siap menanti kedatangan kita dengan senyuman.

Mama saya dulu setiap kurang lebih jam 11 siang, karena anak-anak kelas satu pulangnya sekitar jam itu sudah menunggu saya di pintu rumah, menyambut kedatangan saya, memeluk dan ditanya tentang kegiatan di sekolah. Indahnya sekolah tata muka.

Anak-anak kelas satu sekolah dasar tahun ini menjadi salah "satu korban" dari adanya sekolah online ini.

Mereka tidak bisa berjumpa dengan teman-teman baru, bermain bersama, pergi sekolah bersama dan memakai seragam baru. Mereka belum merasakan kebingungan saat guru memanggil nama kita bahkan kita sendiri juga tidak tahu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun