Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Raket Artikel Utama

Belajar dari Kegagalan Tim Putra, Gregoria Mariska cs Harus Berbenah Bila Tak Ingin Emas Dikuasai Thailand

17 Mei 2022   20:55 Diperbarui: 18 Mei 2022   09:37 984
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kita berharap Jorji bisa menebus kegagalan di semifinal dengan mempersembahkan kemenangan bagi Merah Putih.

Selain itu, sektor ganda Indonesia akan menghadapi lawan yang tidak mudah. Thailand juga mengirim ganda terbaiknya, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Pasangan nomor delapan BWF itu akan menjadi ujian berat bagi Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang di babak semifinal tanpa kesulitan mengalahkan Pham Thi Khanh/Van Anh Than, 3-21, 9-21

Apri/Siti yang belum lama dipasangkan sehingga belum memiliki ranking BWF akan menjadikan pertandingan ini sebagai momen pembuktian. Apakah memang "perjodohan" keduanya tepat adanya sehingga kepada mereka kita bisa menaruh harapan lebih di masa depan?

Thailand juga memiliki ganda kedua dengan kualitas tak kalah bagus. Pasangan kakak-beradik, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard yang kini berada di ranking 28 BWF bakal meladeni pasangan baru PBSI lainnya, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto.

Seperti Apri/Siti, Febby/Ribka juga mengantongi kemenangan telak atas Thi Hoai Do/Nhu Thao Pham, 13-21, 14-21, di babak empat besar.

Pertandingan ini menjadi pemanasan bagi pasangan baru Merah Putih saat menghadapi lawannya yang sudah lebih mapan karena lebih lama menjadi pasangan reguler dan sudah teruji di berbagai kompetisi.

Selain mengharapkan kebangkitan Jorji dan performa yang semakin membaik dari para pemain ganda, Putri Kusuma Wardani yang bermain tiga gim saat menghadapi Thi Trang (B) Vu, 19-21, 21-16, 15-21 dan Stephanie Widjaja yang sudah dijadwalkan menghadapi Thi Anh Thu Vu tetapi partai tersebut tidak dimainkan, bisa bermain gemilang.

Keduanya berpeluang menghadapi Phittayaporn Chaiwan yang menang dua gim 21-15 23-21 atas Insyirah Khan di semifinal dan Supanida Katethong yang tidak perlu bertanding di babak sebelumnya.

Di atas kertas, tim Thailand lebih diunggulkan. Ranking dunia para pemain mereka lebih baik dari anggota tim Indonesia.

Pornpawee, Pittayaporn, dan Supanida memiliki ranking BWF yang jauh lebih tinggi dari para pemain muda Indonesia. Dua tunggal putri pelapis di atas berada di peringkat 21 dan 26. Selain Jorji yang berada di 30 besar, Putri KW masih berada di luar lingkaran 50 BWF, dan Stephanie Widjaja masih merangkak dari peringkat 217 BWF.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun