Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Ginting Antiklimaks dan Terbantu Aura Olimpiade, Sejumlah PR Tim Garuda agar Terbang Tinggi di Vantaa

29 September 2021   23:08 Diperbarui: 29 September 2021   23:14 718
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Greysia/Apri menyumbang kemenangan penting hari ini: https://twitter.com/INABadminton

Pertandingan terakhir penyisihan Grup C Piala Sudirman antara Denmark kontra Indonesia di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Rabu (29/9/2021) petang WIB berlangsung menarik. Persaingan berlangsung ketat sejak partai pertama, sebelum Indonesia akhirnya mengunci kemenangan dengan skor tipis, 3-2.

Kemenangan dalam duel "El Clasico" ini bukan segalanya. Status juara Grup C bukan jaminan. Perjalanan di depan makin menanjak. Ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bila Garuda ingin terbang tinggi dan mengakhiri puasa panjang 32 tahun.

Indonesia belum mengetahui siapa lawan dalam perebutan tiket semi final. Undian baru akan dibuat pada Kamis, (30/9/2021) setelah memainkan semua pertandingan babak grup.

Seperti yang dikehendaki Denmark, Indonesia berpeluang menghindari pertemuan dengan para unggulan seperti China atau Jepang. Namun, setip tim yang lolos dari fase grup sudah menunjukkan diri sebagai lawan yang patut diperhitungkan.

Tiga pertandingan di fase grup menjadi kaca pengilon. Tempat Indonesia berkaca. Terutama dari pertemuan dengan Denmark yang membuat adrenalin fan di Tanah Air ikut diaduk-aduk.

Klasemen akhir Grup C, Indonesia dan Denmark lolos, NBFR dan Kanada tersisih: https://www.instagram.com/ina_bminton/
Klasemen akhir Grup C, Indonesia dan Denmark lolos, NBFR dan Kanada tersisih: https://www.instagram.com/ina_bminton/

Kejutan

Kedua tim yang memburu status juara grup ternyata menghadirkan kejutan sejak awal.

Mula-mula dalam daftar "line-up." Indonesia memilih menurunkan Putri Kusuma Wardani, tunggal putri lapis kedua ketimbang Gregoria Mariska Tunjung. Dari sisi pengalaman, Putri KW tertinggal dari Jorji.

Begitu juga Tim Dinamit. Harapan menyaksikan duel antarperaih medali tunggal putra Olimpiade Tokyo tak terwujud. Viktor Axelsen, sang juara Olimpiade, diistirahatkan. Denmark memasukan nama Anders Antonsen untuk menghadapi Anthony Sinisuka Ginting, peraih medali perunggu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun