Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Kisah Remaja Mandiri Community dari Kaki Kelimutu

8 Desember 2018   23:54 Diperbarui: 9 Desember 2018   10:52 871
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Koro Dagalai dalam kemasan siap dijual/foto dari tutehtravel.blogspot.com

Lepa Lio Cafe yang cukup instagramable/foto dari tutehtravel.blogspot.com
Lepa Lio Cafe yang cukup instagramable/foto dari tutehtravel.blogspot.com
Di tempat yang berdiri sejak Oktober 2018 lalu, para pengunjung bisa menikmati aneka pangan lokal ditemani Kopi Detusoko. Ini menjadi salah satu cara promosi dan pemasaran secara langsung, di samping cara-cara lain untuk membuat komoditi setempat semakin dikenal luas.

Nando berharap langkah yang ditempuh menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi dari setiap komoditi pertanian dan perkebunan. Sejauh ini hasil alam Flores dijual dalam bentuk mentah, bukan berupa produk turunan atau olahan dengan nilai yang lebih tinggi.

Lebih dari itu apa yang dilakukan RMC diharapkan bisa menginspirasi kaum muda di desa-desa lain di NTT umumnya dan di Flores khususnya. Saatnya kaum muda bergerak mulai dari desa dan kampung halaman sendiri.

"Petani adalah masa depan dan Flores ini tanah yang menghasilkan. Karena itu harus banyak orang muda mencintai pertanian dan kembali ke kampung."

Apa yang dilakukan RMC sudah mendapat perhatian luas. RMC pernah diundang ke sejumlah event baik lokal maupun internasional.

 RMC menjadi utusan Indonesia dalam workshop yang diselenggarakan oleh YSEALI (Young South East Asean Leadership Inisiative) di Hanoi, Vietnam. Ajang yang diikuti 80 peserta dari 10 negara ASEAN ini, perwakilan RMC didaulat sebagai "The Best Participants on Active and Networking." 

RMC diikutsertakan dalam Asian Youth Academy (AYA)/Asian Theology Forum(ATF) 2018 di Manila, Filipana pada Agustus 2018. Tiga bulan sebelum itu, RMC terlibat pada event Seoul Internasional Handmade Fair di Korea Selatan.

 Sejak awal Oktober hingga November, utusan RMC mengikuti programYSEALI Academic Fellowship di Brown University, Amerika Serikat.

Nando Watu (kiri) menjadi peserta dan pembicara di ajang Event Internasional, Ubud Food Festival (UFF) 2018 pada pertengahan April lalu (foto Nando)
Nando Watu (kiri) menjadi peserta dan pembicara di ajang Event Internasional, Ubud Food Festival (UFF) 2018 pada pertengahan April lalu (foto Nando)
RMC yang menyabet penghargaan Satu Indonesia Award (SIA) 2018 selalu membuka diri untuk berbagi. Mereka memfasilitasi para mahasiswa, petani, hingga pebisnis pemula untuk belajar tentang kewirausahaan, dan melihat dari dekat aktivitas RMC hingga belajar langsung di Lepa Lio Cafe. Tercatat lebih dari 1000 kaum muda Flores sudah mendapat pendidikan dan pelatihan dari RMC melalui berbagai forum dan kegiatan.

Terkini berkolaborasi dengan alumni YSEALI dan Kedutaan Amerika serta pemerintah dan berbagai organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat, RMC akan menyelenggarakan workshop bertema "Keterlibatan Kaula Muda dalam Kewirausahaan Sosial Pedesaan."

Dialog interaktif, talkshow, sharing sessioan hingga kunjungan lapangan akan mengisi kegiatan sejak 14 hingga 16 Desember di sejumlah tempat di Kabupaten Ende. Kuota hingga 100 orang terbuka untuk seluruh kaum muda di NTT yang nantinya akan diseleksi menjadi 40 peserta untuk mengikuti Traning of Tranier, Mentorship Program dan Festival/Exibitions.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun