oish-cleochyn
oish-cleochyn Serampangan

Apa adanya...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Arbain Rambey: Menolong Itu Tidak Harus dengan Tangan

11 Oktober 2018   19:05 Diperbarui: 11 Oktober 2018   19:22 620 3 0
Arbain Rambey: Menolong Itu Tidak Harus dengan Tangan
Arbain Rambey, fotografer senior Harian Kompas di hadapan peserta Danone Blogger Akademi 2018/foto dari Danone

Jujur saya tak pandai soal fotografi. Begitu juga urusan video. Tak heran ketika bergabung dengan teman-teman yang sudah terbiasa dengan dua hal itu, saya merasa sedikit kikuk. Bila dua hal itu dikompetisikan, sudah pasti saya akan menyerah sebelum bertarung.

Beruntung tidak ada kompetisi di sana. Kami saling belajar dan berbagi meski sebenarnya ada banyak perbedaan. Dari 20 orang kami bisa dibedakan dalam banyak kategori. Tua dan muda; pria dan wanita; berambut keriting dan lurus; bersuku Sunda, Jawa, hingga Flores. Dan masih banyak anasir dikotomis lainnya.

Aneka perbedaan itu ternyata hanya simbol dan membeku dalam identitas. Semua itu melebur, nyaris tanpa sekat.

Kami sama-sama berguru pada yang lebih mahir dan berpengalaman. Ibarat gelas kosong, kepada kami ditumpahkan hal-hal baru. Kami pun dengan semangat dan senang hati membuka pikiran untuk diisi dengan wawasan baru.

Itulah kesan saya terhadap aktivitas selama tiga hari di kelas yang bernama Danone Blogger Academy (DBA) 2018. Sebagaimana informasi yang telah tersebar luas, program kerja sama Danone dan Kompasiana ini kembali digelar untuk edisi kedua. Dengan demikian kami adalah angkatan kedua.

Sebagaimana angkatan terdahulu, akademi ini memfokuskan perhatian pada isu seputar nutrisi, kesehatan dan lingkungan. Ternyata yang terpilih untuk duduk di kelas ini tidak semuanya penulis dan blogger dengan latar belakang dan wawasan yang kuat terkait hal-hal tersebut. Tidak terkecuali saya.

Sebagai sebuah akademi, kami pun digembleng dan ditempa oleh para pakar dalam bidang tersebut. Mereka yang ahli dihadirkan untuk memberi informasi yang tepat, berbagi ilmu mutakhir, sharing kemahiran yang telah ditempa selama bertahun-tahun hingga mendapat sederet gelar dan nama besar.

Antusiasme dan keceriaan para peserta DBA 2018/foto dari Danone
Antusiasme dan keceriaan para peserta DBA 2018/foto dari Danone
Di hadapan mereka saya merasa seperti liliput. Sosok mini dalam ilmu dan pengalaman. Saya akui saya memang kurang bergaul dengan bidang-bidang tersebut. Tak heran bila banyak hal baru yang didapat. Termasuk hal-hal yang selama ini telah saya anggap sebagai kebenaran dan fakta namun ternyata mitos belaka.

Ada Ir.Doddy Izwardi, MA, Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Sebagaimana predikat yang melekat pada namanya, Doddy memberikan banyak hal baru terkait pentingnya pemenuhan nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPH).

Mengapa 1000 hari pertama kehidupan itu penting? Salah satunya untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Selain itu sebagian besar proses pertumbuhan otak terjadi pada seribu hari pertama itu.


Mempertajam soal stunting, kami dipertemukan dengan dr.Klara Yuliarti, SpA (K). Ia adalah ahli gizi dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Wanita yang sehari-hari juga berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tak lupa memberi tahu bagaimana dampak jangka panjang dan jangka pendek stunting pada anak serta cara mencegahnya.

"Dua tahun perkembangan otak anak sebesar 80 persen. Jadi dua tahun pertama jangan dilewatkan untuk memastikan perkembangan anak optimal," tegas Klara.

Masih terkait dengan ini, Dr.Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK secara spesifik berbicara tentang hidrasi. Persisnya, bagaimana memahami pentingnya hidrasi untuk tubuh. Dokter spesialis RSCM ini meluruskan sejumlah mitos yang diyakini sebagai fakta dalam masyarakat.

Beberapa mitos tersebut antara lain konsumsi air hangat di pagi hari bisa melangsingkan badan. Begitu juga mengkonsumsi air es membuat tubuh cepat gemuk. "Minum air hangat akan merangsang pergerakan usus. Yang bisa membuang kolesterol adalah dengan mengkonsumsi buah dan sayur," tegasnya.

Sementara faktor yang menentukan kegemukan adalah asupan kalori, bukan air. Air es atau air hangat yang masuk ke lambung akan seketika dinetralkan. Sehingga tidak memberikan efek apapun pada bobot tubuh seseorang.

Demikian juga mitos terkait "infused water." Jamak orang mengkonsumsi minuman jenis ini dengan anggapan bisa menambah asupan vitamin, mineral, dan serat. Padahal menurut Diana, "serat harus dikunyah dahulu. Sementara vitamin dan mineral dari irisan buah-buahan sangat sedikit yang larut dalam air."

Tidak lupa Diana mengingatkan kapan waktu yang pas untuk minum. Saat berkeringat banyak, selama dan setelah beraktivitas, setelah makan, sebelum dan usai bangun tidur, serta dalam keadaan tidak beraktivitas sebaiknya selalu minum setiap 30 hingga 60 menit. Itulah saat terbaik untuk mengkonsumsi air yang mengandung mineral. Bila sampai merasa haus, artinya tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi.

Selain air yang mengandung mineral, hal penting lain yang dibicarakan adalah pangan. Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan, MS menjadi narasumber dalam pembicaraan bertajuk Pangan Aman, Kunci Tepat Keluarga. Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Insitut Pertanian Bogor ini mengemukakan dua hal utama terkait pangan yakni keamanan pangan (food safety) dan ketahanan pangan (food security).

Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan, MS, Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Insitut Pertanian Bogor/foto dari Danone
Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan, MS, Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Insitut Pertanian Bogor/foto dari Danone
Sekilas dua hal ini mirip. Namun sejatinya memiliki arti berbeda. Ketahanan pangan mengacu pada bagaimana seseorang tercukupi gizi secara baik. Sementara bagaimana makanan yang dikonsumsi terhindar dari zat-zat berbahaya merupakan bagian dari keamanan pangan.

Terkait kemanan pangan, ada sejumlah hal yang membekas dalam ingatan. "Konsumsi minuman kaleng yang disimpang di gudang perlu hati-hati," demikian Ali Khomsan. Alasannya, takut terkencingi tikus yang mengandung unsur berbahaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2