Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Kejuaraan Dunia, Titian Akhir Menuju Asian Games 2018

29 Juli 2018   14:42 Diperbarui: 29 Juli 2018   14:50 588
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat menjuarai Indonesia Open Super1000. Ganda nomor satu dunia ini menjadi harapan Indonesia untuk memenuhi target minimal satu gelar juara di Kejuaraan Dunia/foto dari badmintonindonesia.org

Unggulan pertama dari China, Zheng Siwei Huang Yaqiong akan berusaha mencapai klimaks di Nanjing/gambar dari Greysia dan Apriyani diharapkan mengulangi pencapaian di Thailand Open/gambar dari bwfworldchampionships.com
Unggulan pertama dari China, Zheng Siwei Huang Yaqiong akan berusaha mencapai klimaks di Nanjing/gambar dari Greysia dan Apriyani diharapkan mengulangi pencapaian di Thailand Open/gambar dari bwfworldchampionships.com
Tang Chun Man/Tse Ying Suet tak bisa dilupakan. Pasangan Hong Kong ini tampil baik di beberapa turnamen. Mereka mampu mengalahkan Zheng Siwei dan Chen Qingchen di final Denmarp Open tahun lalu. Selain itu di final Malaysia Masters keduanya sukses menundukkan pasangan China lainnya, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong. Bermain dengan tangan kiri menjadi nilai lebih pasangan ini untuk menghadapi para unggulan.

Keduanya berpeluang menghadapi Praveen Jordan dan Melati Daeva di babak ketiga. Pertandingan ini akan menarik. Praveen dan Melati yang merupakan finalis India Open akan berusaha menghentikan pasangan kidal ini untuk menghadapi pasangan senior Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di perempat final.

Pertarungan sengit bakal terjadi di pul bawah. Di sana bergabung para juara. Mulai dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino yang merupakan juara All England, Wang Yilyu/Huang Dongping yang adalah juara Asia, serta juara Eropa, pasangan suami istri asal Inggris, Chris dan Gabrielle Adcock. Persaingan para juara ini semakin ketat dengan kehadiran pasangan muda tuan rumah, Dia Jiting/Du Yue.

Absennya Owi/Butet membuat Zheng Siwei dan Huang Yaqiong serta Wang Yilyu dan Huang Dongping sedikit bernapas lega. Wang dan Huang memenangkan gelar Asia mengalahkan Owi dan Buet. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, para pemain China tidak bisa menepikan Watanabe dan Higashino. Bila pasangan ini mampu mengulangi performa menakjubkan di Birmingham Arena tahun lalu maka bukan tidak mungkin mereka akan menorehkan sejarah di Nanjing.

Bagaimana sektor tunggal?

Tai Tzu Ying masih menjadi unggulan untuk meraih gelar tunggal putri. Pemain asal Taiwan ini telah mengoleksi lima dari enam turnamen yang diikuti. Meski Tai nyaris menjadi penguasai tunggal, Ratchanok Intanon dari Thailand, Nozomi Okuhara yang merupakan juara bertahan dari Jepang, Carolina Marin dari Spanyol serta andalan India, Pusarla V Sindhu, tetap menjadi ancaman. Namun Tai yang sudah meraih hampir semua gelar utama tur dunia, termotivasi untuk menambah koleksi gelar Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang belum mengisi lemari prestasinya.

Juara Indonesia Open Super1000, Tai Tzu Ying masih diunggulkan menjadi kampiun Kejuaraan Dunia 2018/gambar dari badmintonindonesia.org
Juara Indonesia Open Super1000, Tai Tzu Ying masih diunggulkan menjadi kampiun Kejuaraan Dunia 2018/gambar dari badmintonindonesia.org
Bila persaingan di tunggal putri nyaris menjadi klasik, tidak demikian di tunggal putra. Salah satu yang dinanti adalah Kento Momota. Pemain Jepang ini cukup mencuri perhatian sepanjang tahun ini. Ia sukses menandai "combeback" setelah absen 15 bulan dengan meraih sejumlah gelar termasuk mengalahkan sederet pemain top seperti Shi Yuqi (Cina), Chou Tien Chen (Taiwan), Lee Chong Wei (Malaysia) dan Chen Long (China) di Kejuaraan Asia.

Ia juga sukses membantu Jepang ke final Piala Thomas dengan mengalahkan Chen Long. Tak heran Momota menjadi salah satu pesaing untuk menjadi juara dunia. Absennya Chong Wei membuat Momota kini mengincar Axelsen, Chen Long, Lin Dan, Chou Tien Chen, Son Wan Ho (Korea) menuju tangga juara.

Bagaimana dengan para pemain Indonesia? Bersama pemain seperti Kenta Nishimoto (Jepang) dan Anders Antonsen (Denmark), Jonatan dan Anthony Ginting berpotensi menjadi kuda hitam. Namun performa yang kurang meyakinkan membuat keduanya harus bekerja eksta keras untuk bersaing dengan para jagoan. Apalagi ketika menghadapi Momota yang selalu berakhir dengan hasil minus.

Momota (kiri) dan Axelsen adalah dua unggulan di Kejuaraan Dunia 2018. Mampukah para pemain Indonesia membuat kejutan? Gambar dari badmintonindonesia.org
Momota (kiri) dan Axelsen adalah dua unggulan di Kejuaraan Dunia 2018. Mampukah para pemain Indonesia membuat kejutan? Gambar dari badmintonindonesia.org
Sebagai juara bertahan, Axelsen mengakui keunggulan Momota. Setelah kalah di final Indonesia Open, Axelsen tak segan menobatkan Momota sebagai pemain nomor satu dunia. Sekalipun Momota sedang dalam bentuk terbaik tidak sedikit pemain yang terpacu untuk menantang dan mengalahkannya.

Semoga semangat yang sama pun membakar para pemain muda Indonesia. Harus diakui Momota berada di jalur terdepan, tidak hanya untuk mengukir sejarah baru bagi Jepang di Kejuaraan Dunia tetapi juga dalam perebutan medali emas Asian Games. Mampukah pemain Indonesia membelokkan prediksi ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun