Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Kembalinya Susy Susanti ke Jantung Bulu Tangkis Indonesia

7 Desember 2016   09:15 Diperbarui: 7 Desember 2016   12:34 1339
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Prestasi dan regenerasi yang berkesinambungan.” Demikian jawaban singkat Susy Susanti atas ucapan selamat berikut pertanyaan saya beberapa saat setelah terpilih sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI periode 2016-2020. Seperti kita ketahui, pada Minggu, 4 Desember lalu, Ketua Umum PBSI yang baru terpilih pada akhir Oktober lalu, Wiranto mengumumkan komposisi Pengurus Pusat PBSI untuk masa bakti empat tahun ke depan (selengkapnya di sini).

Ada sejumlah nama baru yang masuk jajaran pengurus, termasuk dua posisi penting. Selain Kabid Binpres yang dijabat ratu bulu tangkis tanah air itu menggantikan Rexy Mainaky, posisi Sekretaris Jenderal yang sebelumnya ditempati Anton Subowo kini dipercayakan kepada Achmad Budiharto.

Selain karena nama besarnya dalam sejarah bulu tangkis Indonesia dan dunia, posisi yang kini ditempati Susy penting dibicarakan. Setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, dengan tanpa mengabaikan peran penting bidang lain, bidang tersebut bersentuhan langsung dan bertanggung jawab terhadap program kepelatihan. Segala urusan mulai dari pelatih, pemain, dan hal-hal yang terkait dengan dua hal tersebut di Pelatnas berada di bawah tanggung jawabnya.

Karena itu, dalam tempo sesingkat-singkatnya Susy akan menentukan komposisi tim pelatih dan para pemain yang menghuni Pelatnas. Bisa dipastikan para pelatih yang ada belum bisa berbuat banyak, atau berbuat apa-apa dengan anak-anak binaannya karena masih menanti susunan tim pelatih PBSI yang baru.

Di jadwal kalender BWF tahun ini tinggal menyisahkan satu turnamen yakni Dubai Super Series Finals yang akan dihelat pada pertengahan bulan ini. Meski di turnamen pamungkas itu hanya akan diikuti delapan pemain/pasangan terbaik dari setiap nomor, Indonesia akan diwakili oleh lima pasangan ganda yakni dua pasang dari nomor ganda putra dan ganda campuran serta satu pasang ganda putri. Waktu persiapan tidak panjang, karena itu kepastian terkait susunan tim pelatih tidak bisa ditunda-tunda.

Kedua, tidak hanya menentukan formasi, seperti namanya bidang tersebut bertanggung jawab terhadap jalannya pembinaan dan prestasi bulu tangkis tanah air. Susy berada di jantung bulu tangkis Indonesia dengan tugas vital.  Di satu sisi, ia harus memilah mana program yang sudah berhasil dijalankan karena itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan, serta hal-hal mana saja yang perlu dievaluasi, untuk mengatakan diganti dengan program baru yang lebih baik.

Di sisi lain, ia perlu melakukan terobosan untuk melakukan perbaikan fundamental di sektor-sektor tertentu yang jelas tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan. Persoalan regenerasi di sektor putri khususnya, dan sektor tunggal umumnya, sudah menjadi rahasia umum.

Patut diakui kepengurusan sebelumnya sudah cukup banyak mencetak prestasi di berbagai event grand prix, super series/premier, All England hingga mengembalikan tradisi emas Olimpiade yang sempat hilang di edisi sebelumnya. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa mayoritas prestasi tersebut disumbangkan oleh para pemain senior dan terutama dari sektor ganda. Nama-nama seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Greysia Polii/Nitya K.Maheswari, hingga pemain sekawakan Sony Dwi Kuncoro masih menjadi andalan.

Sementara di sektor putri, Indonesia sepertinya masih berada dalam masa penantian yang panjang untuk datangnya pemain seperti Susy, Mia Audina, Yuni Kartika dan pemain seangkatan mereka. Di sektor tunggal putra, setelah berakhirnya masa jaya Taufik Hidayat, Indonesia mulai tersenyum dengan munculnya trio Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa dan Anthony Sinisuka Ginting. Namun para pemain muda tersebut belum menunjukkan konsistensi untuk menjaga senyum bangga tetap tersungging di bibir para pencinta bulu tangkis tanah air.

Dari dua hal di atas jelas terlihat betapa penting dan beratnya tugas Susy Susanti. Berawal dengan penentuan komposisi tim pelatih saja Susy sudah harus bergulat dengan banyak pertimbangan mulai dari rekam jejak prestasi sang pelatih dan kondisi riil sektor yang ditangani.

Formasi pelatih tersebut menjadi penting karena bertalian langsung dengan program-program yang dicanangkannya.  Keberanian untuk mengambil langkah reformasi memang diperlukan bila benar-benar bertujuan memperpendek jurang regenerasi dan prestasi di sektor putri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun