Mohon tunggu...
Chanank C
Chanank C Mohon Tunggu... Freelancer - Orang biasa...

penulis freelance

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Produksi Video Profil Daerah

28 November 2017   22:54 Diperbarui: 29 November 2017   15:26 985
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dewasa ini, VIDEO PROFIL DAERAH makin memiliki peran strategis di tengah arus perkembangan jaman dan geliat pembangunan yang sedang berlangsung di daerah-daerah di seluruh tanah air.

Saat ini dunia serasa berada di genggaman manusia. Dalam keseharian, semua hal dapat diketahui melalui ponsel yang berada di genggaman kita, termasuk untuk mengetahui informasi tentang suatu daerah. Spirit ini mengilhami daerah-daerah di seluruh pelosok tanah air untuk memproduksi video profil daerahnya agar dapat dengan mudah diketahui atau diakses oleh siapa saja yang membutuhkannya.

Untuk itu, perlu diperhatikan proses produksi video profil daerah ini agar tetap enak ditonton dan menarik. Di samping juga yang tak kalah pentingnya adalah video tersebut harus memiliki visi agar tak sekadar menjadi tontonan semata.

PROSES PRODUKSI

Bagi daerah-daerah yang hendak memproduksi video profilnya tentu dimulai dengan mencari dan memilih rumah produksi (production house) yang tepat. Tentu saja sebaiknya memilih rumah produksi yang memiliki pengalaman dan tim produksi yang mumpuni. Salah satu rumah produksi yang penulis rekomendasikan yaitu Rumah Jala Inspirasi (081290398727).

Setelah memilih rumah produksi, selanjutnya memasuki tahap proses pra produksi. Proses ini meliputi penyampaian creative brief dari pihak client (daerah) kepada tim produksi, idealnya juga dilakukan braind storming agar video profil yang akan diproduksi sesuai dengan yang diharapkan. Dan bila memungkinkan, tim produksi menindaklanjuti dengan melakukan survey, sehingga di dalam script / naskah yang disusun nantinya sudah tertuang dalam format audio dan visual.  

Setelah tersusun script, kedua belah pihak kembali melakukan diskusi untuk pematangan script. Tahap ini sebaiknya dilakukan secara serius dan detail agar proses produksinya kelak berjalan dengan lancar dan benar-benar terkonsep. Jadi untuk produksi itu bukan semata-mata melakukan pengambilan gambar / shooting, namun harus didahului dengan proses kreatif yaitu penyusunan script.

Setelah proses pra produksi, berikutnya yaitu memasuki proses produksi. Proses ini didahului dengan tahap koordinasi, yaitu persiapan segala sesuatu yang akan dibutuhkan pada saat berlangsungnya shooting. Mengapa dibutuhkan koordinasi? Karena kegiatan shooting tentu akan melibatkan berbagai pihak dan beragam kegiatan, sehingga koordinasi yang matang dan penyusunan jadwal yang apik akan mendukung kelancaran proses shooting. Selain itu, salah satu kegiatan yang menjadi obyek pengambilan gambar akan melibatkan pejabat terkait, termasuk bupati atau walikota yang tentu memiliki jadwal sangat padat. 

Terbayang kan bila tidak disusun jadwal yang baik tentu akan menghambat proses produksi. Bagi tim produksi pada saat pengambilan gambar biasanya akan merasa senang bila didampingi oleh "tim atau seseorang yang sakti", maksudnya orang tersebut memiliki akses ke seluruh lini dan juga dapat mengambil keputusan di lapangan. Ini sangat dibutuhkan karena kegiatan pengambilan gambar yang sudah dijadwalkan akan berantakan bila tanpa dukungan pendamping yang sakti tersebut. Pendamping yang "sakti" ini juga akan sangat mendukung tim produksi misal untuk menentukan pada saat apa pengambilan gambar tepat dilakukan, misalnya untuk menggambarkan daya tarik obyek wisata tertentu seperti dimana lokasi dengan view yang bagus untuk shooting sunset / sunrise, serta masih banyak lagi yang lainnya. Proses shooting ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu beberapa hari, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan dalam proses pra produksi.

Selain kegiatan shooting, dalam proses produksi ini juga dilakukan pengumpulan dokumen berupa foto / video untuk digunakan menggambarkan visual yang berkaitan dengan moment tertentu yang tidak dapat diulang, seperti moment pemberian penghargaan dari pihak tertentu atau moment penting lainnya.

Proses produksi ini akan berakhir bila seluruh kebutuhan visual yang tertuang di dalam script telah terpenuhi. Selanjutnya akan memasuki proses pasca produksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun