Mohon tunggu...
Catharina Rosa Aprilysia
Catharina Rosa Aprilysia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Just Learn!

Selanjutnya

Tutup

Film

Mengungkit Kembali Ingatan Masa Lalu yang "Seram"

17 September 2022   19:42 Diperbarui: 17 September 2022   19:45 357
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kalau kata lagu itu, "masa lalu biarlah masa lalu, jangan diungkit dan jangan diingat kembali", justru kali ini, saya dengan sengaja akan mengulas kembali ingatan "seram" kita semua. 

Siapa di sini yang sering nonton film horor? Kalau saya sendiri adalah orang yang penakut tapi suka banget nonton film horor karena rasa penasaran yang lebih tinggi, apakah kalian juga begitu?

Berbicara soal film Pocong, siapa sih yang tidak tau dengan sosok hantu yang paling "legendaris" di Indonesia, atau bahkan yang paling seram? Tentu semuanya sudah tau dong. 

Nah, kali ini, saya akan mengajak Anda untuk mengingat kembali, kok bisa ya film "Pocong 2" (2006) tayang lebih dulu daripada film pertamanya, yang bahkan tidak pernah tayang.

Sinopsis

Sekuel film Pocong yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan ditulis oleh Monty Tiwa berjudul "Pocong 2" (2006) ini menceritakan tentang kakak-beradik yatim piatu, Maya bekerja sebagai asisten dosen dan Andin seorang siswa SMU yang mendapat gangguan Pocong setelah pindah ke apartemen baru.

Meski prekuel Pocong 1 tidak ditayangkan, para penonton tidak merasa kecewa dan menikmati film yang ditayangkan dalam Pocong 2, bahkan menjadi salah satu film horor terbaik pada masanya.

Isu 

Film "Pocong 2" (2006) merupakan sekuel dari film Pocong, penayangan film Pocong 2 ini hadir tanpa adanya film Pocong 1.

Pada tahun 2006, film "Pocong 1" (2006) mengalami beberapa masalah dalam isi filmnya sehingga tidak dapat ditayangkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun