Mohon tunggu...
Bambang Riyanto
Bambang Riyanto Mohon Tunggu... Ini Bukan Soal Bola Semata

Catatan Fans Milan: Tulisan Ringan yang Berusaha Enak Dibaca

Selanjutnya

Tutup

Travel

Seoul, Gemerlap Kota Penuh Cinta

15 November 2019   20:38 Diperbarui: 15 November 2019   20:45 18 2 1 Mohon Tunggu...

Kini saya tahu kenapa drama Korea (selanjutnya disebut drakor) begitu romantis dan sangat digemari oleh para kaum hawa. Korea Selatan, dengan Seoul menjadi pusat kotanya ternyata adalah tempat yang sangat "hangat". Orang-orang yang ramah dan muda-mudi yang penuh romansa memenuhi sepanjang jalan Seoul yang sedang bersiap memasuki musim dingin ini.

Benar pula pesan seorang sahabat yang mengingatkan bahwa pergi ke Seoul tanpa seseorang yang dikasihi akan membuat hati 'baper'. Bayangkan, di mana-mana orang bergandengan tangan. Memeluk erat pinggang ketika jalan berdua, berpelukan dengan sangat lama ketika hendak melepas kekasihnya menaiki trem atau saling berpandangan tanpa jeda. 

Muda-mudi memakai stelan yang sama, dari ujung kaki sampai penutup kepala. Mereka seolah enggan meninggalkan kekasihnya barang sedetikpun, selalu lengket bak perangko. 

Di trem bila hanya ada satu bangku kosong, maka si lelaki akan mempersilahkan kekasihnya duduk. Dan meskipun ada kursi kosong di tempat lain, si lelaki tidak akan duduk. Sebab itu berarti mereka akan berjauhan. Maka dengan maklum, orang yang duduk di sebelah si kekasih tadi akan duduk di tempat kursi kosong yang jauh itu. Tujuannya: agar sepasang kekasih itu bisa saling duduk berdekatan!

Dari balik jendela, sepasang kekasih lainnya yang hendak terpisah oleh jarak memasang muka sedih. Ketika trem melaju barang beberapa detik, si lelaki yang berdiri di luar trem mengangkat tangan sambil jarinya menyimpul tanda "love" seperti film drakor-drakor itu. Si perempuan, yang kebetulan duduk dekat saya, memasang dua kepal tangan di dagunya dengan muka yang diimut-imutkan. Sebuah perpisahan yang memilukan. Mereka terpaksa pisah oleh keadaan; ruang dan waktu.

Bukan kebetulan pula bila penampilan wanita-wanita Korea ini selalu "cling". Tidak ada wajah lelah meski satu harian beraktivitas, bedak dan lipstiknya tak pudar. Penampilan selalu menjadi nomor satu. 

Smartphone atau dalam KBBI disebut gawai, bukan lagi hanya alat komunikasi, tapi menjadi fungsi lain: tempat berkaca. Kalau hanya sekadar merapikan rambut, mereka cukup mengangkat gawai mereka setinggi muka. Sekejap, poni dari rambut lurus mereka akan rapi kembali. Bila ingin merapikan make-up, pasang kamera depan dan tangan satunya lagi dengan sigap merapikan lipstik di bibir atau bedak di pipi.

Toko-toko kosmetik banyak berkeliaran di sepanjang jalan Seoul, khususnya di distrik Myongdong. Lelaki maupun perempuan sama saja. Masuk toko make-up membeli bedak, lip gloss dan pensil alis! Ya pemuda Korea yang sering diteriakkan oppa itu membeli pensil alis. Begitu metroseksualnya. Bahkan salah satu iklan di televisi tentang produk fashion, isinya tiga orang oppa yang sedang shopping; membeli pakaian dan make-up. Dan dari situ pula saya manjadi maklum, kenapa para oppa-oppa itu selalu berpenampilan tanpa cela. Digandrungi banyak wanita pula.

Ruang-ruang publik adalah taman-taman dengan lampu yang indah. Ada patung sepasang kekasih berciuman, ada piano-piano di sepanjang jalan. Ada sungai membelah kota. Sebuah tempat penuh romansa tempat muda-mudi di mabuk asmara. Dan begitulah Seoul, sebuah kota gemerlap penuh cinta

Catatan:

Tulisan ini dibuat di City Hall - pusat Kota Seoul. Sambil menanti senja ditemani segelas cokelat panas. Di depan saya, sepasang muda-mudi sedang memadu kasih

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x