Mohon tunggu...
Casmudi
Casmudi Mohon Tunggu... Pernah mengenyam Pendidikan Administrasi Publik.

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Nuansa Sport Tourism, Mandiri Jogja Marathon Layak Jadi Agenda Tahunan

21 Mei 2019   23:06 Diperbarui: 21 Mei 2019   23:39 0 1 1 Mohon Tunggu...
Nuansa Sport Tourism, Mandiri Jogja Marathon Layak Jadi Agenda Tahunan
Medali Mandiri Jogja Marathon 2019 yang menjadi buruan para pelari (Sumber: instawidget.com)

Kini, ajang lari marathon kian diminati banyak kalangan. Baik orang tua maupun kaum millennial. hampir  setiap gelaran lari marathon yang ada dipenuhi oleh para pelari, baik amatir maupun profesional. Bukan hanya pelari dari dalam negeri, tetapi antusiasme pelari dari mancanegara juga  sangat tinggi.

Salah satu perhelatan lari marathon yang menjadi pembicaraan banyak orang adalah Mandiri Jogja Marathon 2019. Perlu diketahui bahwa Mandiri Jogja Marathon 2019 merupakan lomba Full Marathon, Half Marathon, 10km, dan 5km yang diadakan untuk kali ke-3 di Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menarik, perhelatan lari marathon tersebut diselingi dengan keunikan pada tradisi dan alam Yogyakarta sebagai latar belakang lomba.

Mandiri Jogja Marathon 2019 (Sumber: mandirijogjamarathon.com)
Mandiri Jogja Marathon 2019 (Sumber: mandirijogjamarathon.com)
Mandiri Jogja Marathon 2019 diselenggarakan pada tanggal 28 April 2019 lalu. Start dimulai sejak pukul 04:00 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB) di  Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan bahwa start dan finish Mandiri Jogja Marathon 2019 di kawasan Candi Prambanan.

Kurang lebih 7.500 pelari dari sembilan negara meramaikan ajang Mandiri Jogja Marathon 2019. Sedangkan,  24 pelari internasional yang berlaga di ajang tersebut merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari 7.500 pelari, sebanyak 670 pelari meramaikan di kategori full marathon. Sedangkan, sebanyak 1.530 pelari bertarung di kategori half marathon, 2.280 pelari di kategori 10K. Selanjutnya, lebih dari 3.000 pelari tumpah ruah di kategori 5K.

Betapa besarnya animo masyarakat terhadap ajang spektakuler tersebut ditunjukan dengan banyaknya pelari yang berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lebih dari 80 persen perlari berasal dari luar DIY. Ini kesempatan besar DIY untuk memperkenalkan pariwisata lebih baik.

Antusiasme para pelari di ajang Mandiri Jogja Marathon 2019 (Sumber: bolasport.com)
Antusiasme para pelari di ajang Mandiri Jogja Marathon 2019 (Sumber: bolasport.com)
INTERAKSI MASYARAKAT
Hal yang paling menarik dari perhelatan Mandiri Jogja Marathon 2019 adalah timbulnya interaksi para pelari dengan masyarakat yang berada di sepanjang lintasan lomba. Masyarakat Jogja dikenal dengan kearifan lokal yang tinggi. Sambutan masyarakat yang ramah dan hangat, murah senyum dan menghormati tamu. Kondisi ini berpengaruh terhada kesan kepada para pelari yang membekas setelah ajang perlombaan selesai.

Sebagai informasi bahwa Mandiri Jogja Marathon 2019 diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya. Apalagi, ajang lari Marathon yang diadakan secara internasional tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia.

Mandiri Jogja Marathon 2019 bukan sekedar lomba, tetapi menjadi ajang untuk menampilkan sisi unik DIY. Momen  Mandiri Jogja Marathon 2019 menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempublikasikan pariwisata Indonesia, khususnya DIY ke taraf internasional.

Perlu diketahui bahwa ajang Mandiri Jogja Marathon 2019 sungguh berbeda dengan tahun sebelumnya. Dikarenakan, melibatkan alias bekerja sama dengan masyarakat di desa-desa yang dilalui rute marathon. Ini bisa menimbulkan peran aktIf masyarakat di ajang spektakuler tersebut.

Bahkan, menurut Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha yang dilansir oleh Kompas.com menyatakan, "Tahun ini yang kami mau angkat bukan hanya kegembiraan peserta, tetapi yang kami mau angkat kegembiraan masyarakat yang terlalui oleh race-nya".

Masyarakat yang dilalui lintasan lomba ikut bergembira dengan diadakannya lomba kebersihan desa atau program padat karya. Masyarkat juga antusias menyediakan berbagai macam kuliner buat para pelari.

Karena keberadaan festival kuliner di garis akhir lomba, maka sangat bermanfaat untuk mengenalkan kuliner kepada para pelari yang berasal dari luar Jogja dan luar negeri. Lebih bergairah lagi, kreatifitas masyarakat dinilai  demi mendapatkan hadiah Sapi Metal dan Kambing PE.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2