Yeni Kurniatin
Yeni Kurniatin karyawan swasta

Ordinary creature made from flesh and blood with demon and angel inside. Contact: bioeti@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Orion, Generasi Sekarang [02:41]

31 Juli 2018   07:27 Diperbarui: 31 Juli 2018   08:08 672 1 0
Orion, Generasi Sekarang [02:41]
Cuanki tanpa sambel. Dokumentasi pribadi

Jurus pertama yang dikeluarkan Gyas untuk menghadapi Patrion adalah dengan datang hampir terlambat. Sering kali Gyas menyalip guru yang hendak mengajar di kelasnya. Sejauh ini, aksi Gyas belum mendapat teguran dari pihak Patrion. Karena absensi finger Print Gyas benar-benar tepat waktu. Jam tujuh nol nol. Tetapi ada beberapa guru sudah mengambil ancang-ancang dengan kelakuan Gyas.

"Jiiiim!" Cegat Gyas, "anterin dong."

Mendengar teriakan Gyas, Jimmi langsung menghentikan kayuhanya. Tubuhnya mendorong tumpukan wadah kue yang diikat pada sepeda. Jimmi berusaha menahannya agar tidak jatuh.

"Terus ini dikemanain?" Jimmi menunjuk wadah-wadah kuenya. Sudah menjadi rutinitas Jimmi mengantarkan kue-kue buatan ibunya ke outlet yang satu jurusan sekolah.

"Aku pegangin."

"Kenapa sih, gak naik bis sekolah saja?"

"Bisnya datang kepagian."

"Kamu yang kesiangan."

 "Aku do'ain supaya kamu cepat punya mobil. Aamiin," rayu Gyas.

"Aamiin."

"Xpander kan?"

 "Pajero," jawab Jimmi dengan penuh percaya diri sambil memasukan lembaran uang dua ribu ke saku kemejanya yang tadi nongol gara-gara dicegat Gyas.

----

Pada suatu siang di hari Minggu, setelah berlatih di GOR. Jimmi, Ajeng dan Gyas janjian untuk makan di warung Mang Djalil. Warung kecil ini satu-satunya warung yang ada di GOR. Menyediakan minuman es teh manis, soda, gorengan, mie rebus, batagor dan cuanki. Tidak ada dokter gizi di warung Mang Djalil. Semua makanan dimasak dengan bahagia. Itu saja resepnya.

"Gee, kamu gak diapa-apain tiap hari kesiangan?" tanya Jimmi.

"Kan, seperti kata pepatah. Biar terlambat daripada tidak sama sekali." Jawab Gyas kalem.

"Hmmm... mental bangsa." Jimmi tidak bisa berkata-kata lagi.

"Eits, eits bangsa apa??" Ajeng datang membawa nampan berisi cuaki pesanan mereka.

Ajeng kalah hom pim pah, kebagian tugas memesan makanan. Berhubung Mang Djalil sering kali bersolo karier, Ajeng dengan sukarela menawarkan bantuan.

Bantuan Ajeng sering kali membuat Mang Djalil dilema. Padahal Ajeng senang beraksi di sana. Menabur bawang pakai jurus kung fu Panda. Tapi aksinya itu membuat gerobak Mang Djalil sesak, dipenuhi atlit laki-laki yang ingin PDKT dengan Ajeng. Daripada terjadi kekisruhkan Mang Djalil mengalah dengan mendahulukan pesanan Ajeng dan kawan-kawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3