Mohon tunggu...
Hadi Saksono
Hadi Saksono Mohon Tunggu... Jurnalis - AADC (Apa Aja Dijadikan Coretan)

Vox Populi Vox Dangdut

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pendukung Bharada E dan Fenomena Empati terhadap Pelaku Tindak Pidana

29 November 2022   16:22 Diperbarui: 25 Januari 2023   14:14 623
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penangkapan Tetsuya Yamagami, tersangka penembak Shinzo Abe. (AFP via Kompas.com)

"Richard, semangat ya!" 

Demikian salah satu teriakan yang terdengar ketika Bharada Eliezer akan memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. teriakan itu berasal dari sekelompok perempuan muda yang hadir di sekitar Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin 28 November 2022.

Kemarin, Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, alias Brigadir J kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam lanjutan sidang ini, dihadirkan tiga terdakwa, yakni Kuat Ma'ruf, Bripka Ricky Rizal, serta Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada Eliezer atau Bharada E.

Nama yang terakhir ini menarik untuk dibahas, karena---seingat saya---untuk ketiga kalinya dari enam kali sidang pembunuhan Brigadir J yang telah dijalani Eliezer, ia mendapat dukungan langsung dari sekelompok perempuan muda, yang menyatakan mereka sebagai fans Bharada Eliezer.

Kelompok ini salah satunya bernama Richliefams ID. Dan layaknya menyambut selebritis idola yang melintas di hadapan mereka atau sekelompok suporter sepak bola yang menyaksikan tim idolanya memasuki palagan pertandingan, teriakan pun terdengar jelas dan lantang dari kelompok ini.

Dalam sebuah warta, salah satu perempuan pendukung Bharada E mengatakan bahwa keberadaan Richliefams ID adalah untuk melantangkan suara keadilan kepada sosok yang merupakan mantan bawahan Ferdy Sambo itu.

Selain komunitas Richliefams ID, ada pula kelompok yang bernama Eliezer's Angels. Kelompok inilah yang hadir dan memberi teriakan semangat bagi Eliezer saat ia tiba di Gedung Pengadilan negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Adapun keadilan yang diminta oleh para perempuan itu, adalah dampak hukum atas tindakan Bharada E yang menghabisi koleganya sendiri, mendiang Brigadir J, bukan atas kemauannya sendiri melainkan dibawah tekanan Fredy Sambo yang saat itu menjadi atasannya.

Dalam hal ini, fans Bharada E berharap idolanya itu akan dijatuhi vonis bebas. Namun secara normatif mereka pun mengatakan akan menerima apapun keputusan pengadilan terhadap sosok idola baru itu.

Kasus pembunuhan Brigadir J, nyatanya telah berbuah menjadi drama-drama yang menyentuh sisi-sisi belas kasihan dan empati kita sebagai manusia, termasuk terhadap Bharada E. Di sini, Eliezer menjadi sosok dengan 'kasta terendah' dalam relasi kuasa yang dibentuk oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Ya, diantara kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, secara kepangkatan Eliezer menjadi paling rendah pangkatnya, di antara Ferdy Sambo---yang saat kejadian masih berpangkat Irjen Polisi--serta Ricky Rizal yang berpangkat Bripka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun