Muda

Di Al-Azhar Tatto Tidak untuk Mahasiswa

10 Januari 2018   14:54 Diperbarui: 10 Januari 2018   15:33 184 0 0

AL-AZHAR merupakan sebuah kampus swasta yang memiliki nama yang baik, memiliki nilai lebih dalam hal keagamaan. Namun hakekatnya tetaplah manusia di dalamnya.

Seorang mahasiswi AL-AZHAR dikeluarkan karena memiliki tattoo di salah satu bagian lengannya. Dengan memiliki tatto mahasiswi tersebut menyalahi aturan yang ada di kampus tersebut. Mahasiswi dengan inisial MR, mengaku diminta oleh pihak kampus untuk menantadatangani surat pengunduran diri.

Dengan mendatangani surat tersebut secara tidak langsung telah menyetujui untuk mengundurkan diri dari kampusnya AL-AZHAR. Pihak kampus meminta mahasiswi dengan inisial MR mengundurkan diri dengan alasan tidak mengindahkan  tata tertib yang ada di kampus, agama dan budaya. Terkait AL-AZHAR merupakan kampus dengan latar belakang keagamaan dimana mahasiswa dan mahasiswinya menganut ajaran agama islam yang lebih jauh. 

Awalnya pihak kampus tidak mengetahui adanya berita tersebut sampai akhirnya mengetahui dari ketidaksengajaan pihak kampus melihat tattoo yang dimiliki MR. Sebelum akhirnya pihak kampus memutuskan untuk mengeluarkan mahasiswi tersebut diadakan sebuah musyawarah mencapai mufakat bahwasanya sebaiknya mahasiswi itu untuk dikeluarkan. Musyawarah diadakan oleh petinggi kampus dengan pihak-pihak yang memiliki hak untuk mengambil keputusan terkait kasus tersebut. 

Respon keputusan petinggi kampus tentang mengaluarkan MR datang dari mahasiswa lainnya yang kemudian mengadakan demonstrasi dengan tidak menerima keputusan tersebut. Dengan alasan peduli dan menuntut keadilan menjadi poin kuat menjadikan demonstrasi. 

Demonstrasi berlangsung di depan gedung FIKOM AL-AZHAR. Imbas dari demonstrasi itu adalah tetap dikeluarkannya MR namun menariknya Ka Prodi dari FIKOM AL-AZHAR mengundurkan diri karena tidak sehati dengan pihak kampus. Menurutnya keputusan ini merupakan sebuah keputusan yang kurang tepat. Dan mantan Ka Prodi berda di pihak MR. Peristiwa ini tentunya menjadikan pelajaran bagi kampus AL-AZHAR terkait mengambil keputusan.