Mohon tunggu...
Nanang Diyanto
Nanang Diyanto Mohon Tunggu... Perawat - Travelling

Perawat yang seneng berkeliling disela rutinitas kerjanya, seneng njepret, seneng kuliner, seneng budaya, seneng landscape, seneng candid, seneng ngampret, seneng dolan ke pesantren tapi bukan santri meski sering mengaku santri wakakakakaka

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Euforia Masyarakat Mendak Menyambut Wisatawan Tubing dan Arung Jeram

26 Maret 2017   10:25 Diperbarui: 26 Maret 2017   22:00 1352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rasa lelah terbayar sudah setelah berjalan kaki hampir 1 kilo meter sambil memanggul ban dalam. Panorama alam yang indah dan udara segar membuat perjalanan tak terasa. Ban dalam bekas truk atau bus yang dipompa dan dikasih tali temali untuk pegangan harus erat dipegang karena bila lepas akan menggelinding di curamnya jalan setapak yang dilalui. Jalan yang setiap hari dipakai masyarakat mencari kayu di hutan. Dinginnya udara di lereng gunung Wilis sisi barat daya serasa tak mampu membuat keluar keringat, meski rasa pegal di tungkai sangat terasa. 

Pemandu yang sedari bawah terus bercerita sambal berjalan tentang wahana tubing tiba-tiba menyuruh rombongan untuk berhenti.

“Oke stop… kita mulai dari sini saja… “ kata pemandu. Nampak sungainya lebih datar dan tak banyak bebatuan besar, begitu pula hutan di sekitanya lebih mirip ledokan (cekungan) besar yang memanjang ke arah asal sungai.

“Assalamu’ alaikum… selamat pagi, selamat datang di wahana tubing Mendak… mongo kita cek jaket keselamatan, helm, pelindung lutut, pelindung siku apakan sudah dipasang dengan benar…..” kata pemandu.

“Kita nanti mulai dari tempat yang lebih datar ini, kita naik satu persatu, ada dua pemandu yang berada di depan dan belakang, dan di setiap pos yang kita  nanti ada pemandu yang akan selalu siap selalu bila ada sesuatunya. Sebelumnya mari kita berdoa dulu, berdoa mulai….” Kata pemandu.

start dari lokasi yang datar dan sedikit bebatuan ini
start dari lokasi yang datar dan sedikit bebatuan ini
perlu nyali dan keberanian
perlu nyali dan keberanian
gadis ini berani, masa anda tidak berani? kata tukang loket
gadis ini berani, masa anda tidak berani? kata tukang loket
terjengkang, terpelanting, bahkan terbalik... inilah letak keseruannya
terjengkang, terpelanting, bahkan terbalik... inilah letak keseruannya
Selanjutnya satu persatu peserta masuk sungai, dan duduk pada ban dalam yang dibawanya sedari bawah. Dinginnya air sungai membuat menggigil, mungkin berada pada suhu 8 derajat Celsiusan. Jernihnya air sungai bisa melihat benda-benda atau hewan yang berada dalam air meski sungainya dalam. Bokong langsung basah tatkala mulai duduk pada ban dan dinginnya terasa sampai tulang.

“Berusaha menghadap ke depan apapun yang terjadi, tetap berpegangan, dan bila terjatuh segera lepaskan ban, kami nanti segera membantu…” katanya lagi meyakinkan agar peserta tidak takut.

Pengalaman yang luar biasa mendebarkan, mungkin ini yang dibilang orang jantung terasa mau copot. Dihantam liarnya derasnya sungai terlempar kesana-kemari. Terbanting ke kanan - ke kiri. Berkali-kali terjatuh dan terjebur dalam dinginya air sungai yang dibawah 8 derajat celcius. Batu-batu sepanjang sungai selalu siap menghantam kita bila lengah, tetap berpegangan dan tetap berposisi dalam tengahnya ban. Karena lebarnya ban bisa membatasi anggota badan kita yang terluar dari hantaman batu yang berada di sepanjang sungai. Jangan kaget bila ban yang kita tumpangi tiba-tiba melewati batu sehingga pantat kita berada di atas batu tersebut, ada perasaan geli terkadang nyeri bila lewatnya berada pada arus deras. Seringkali pula kaki kita tersengkut ranting atau batu dipinggiran kali, maka dari itu paling aman memakai celana tebal (jens) dan sepatu atau alas kaki yang tahan air.

Seringkali ban yang kita tumpangi tiba-tiba berbalik arah dan berputar-putar dibawa arus, sehingga kita terpisah dari rombongan. Tak jarang pula kita terlempar keluar dan terlepas dari ban, terutama pada arus deras yang mirip tangga-tanga disungai, jangan takut petuga selalu mengawasi jalur yang kita lalui. Ada puluhan pemuda pengelola tubing mendak ini yang akan membantu bila terjadi apa-apa.

Seru dan luar biasa, meski sebelumnya sudah pernah merasakan wahana sejenis seperti di Kali Oyo, Gunung kidul, Madiun. Yang membedakan di Tubing Mendak ini suasana alam masih alami, sungainya masih bersih dan jernih sehinga berkali-kali minum air aman. Airnya yang jernih ini juga diandalkan oleh warga dan PDAM sebagai sumber mata air. Banyak pipa-pipa besar di sisi kiri sungai, namun air yang diambil jauh di atas tempat start tubing sehingga tidak menganggu.

bagi yang penakut, team penolong siap di sepanjang sungai terutama tempat yang sering peserta terjatuh
bagi yang penakut, team penolong siap di sepanjang sungai terutama tempat yang sering peserta terjatuh
aman meski sungai berarus deras dan berbatu
aman meski sungai berarus deras dan berbatu
pengalaman yang mengesankan, meski pantat jadi taruhan
pengalaman yang mengesankan, meski pantat jadi taruhan
Panjang sungai yang bisa dipakai untuk tubing sebenarnya bisa mencapai puluhan kilo meter, dan semakin ke bawah sungai semakin besar karena sungai-sungai kecil semakin menyatu. Seperti di daerah Dresi ada gabungan sungai dari arah Banaran yang besar sungainya hampir sepadan dari sungai yang berasal dari Mendak ini. Terbukti di bawah aliran daerah Mendak ini ada pengelolaan wahana tubing oleh kelompok masyarakat di daerah bawah Mendak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun