Mohon tunggu...
Nanang Diyanto
Nanang Diyanto Mohon Tunggu... Perawat - Travelling

Perawat yang seneng berkeliling disela rutinitas kerjanya, seneng njepret, seneng kuliner, seneng budaya, seneng landscape, seneng candid, seneng ngampret, seneng dolan ke pesantren tapi bukan santri meski sering mengaku santri wakakakakaka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Cerita di Balik Panggung

1 November 2014   01:18 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:00 641
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_332253" align="aligncenter" width="600" caption="Barong yang masih digantung di belakang panggung, mirip kepala reyog"][/caption]

Hari pertama saya di Pulau Bali dimulai dengan mengunjungi Sanggar Tari Uma Dewi yang berada di Jl. Waribang No 21 Kesiman Denpasar. Pukul 7 pagi sudah rapi mempersiapkan diri menuju lokasi dan segera berangkat, karena takut terjebak macet. Meski jalanan padat merayap namun sesampai di lokasi masih terlalu pagi, karena acara dimulai pukul 9:30. Sambil menunggu, saya berjalan-jalan menuju balik panggung (di ruang ganti). Masih tampak 5-7 orang yang sebagian masih membersihkan peralatan yang terkena debu. Sebagian lagi mempersiapkan sesaji. Dan sebagian lagi masih bertiduran di balai-balai setelah perjalanan jauh bermotoran.

[caption id="attachment_332266" align="aligncenter" width="600" caption="Bli Made Sartika, dia menjelasakan perbedaan pekerja seni dengan pelaku seni"]

14147150021162309025
14147150021162309025
[/caption]

Meski tidak tahu apa yang dibicarakan karena memakai bahasa daerah Bali, namun sekilas dari canda dan nada bicaranya mereka saling curhat, saling cerita tentang cerita manggungnya tempo hari di tempat lain.

Bli Made Sartika, nada bicaranya paling keras dan lantang sesuai dengan badannya yang gede dan kumisnya yang tebel, dia yang paling ngotot berbicara, dan satu dua patah kalimat menggunakan bahasa Indonesia sehingga saya mulai tahu yang mereka perbincangkan.

"Asalnya dari mana bli..." tanya Bli Made sartika kepada saya yang asyik jeprat-jepret.

"Dari Ponorogo, saya ijin motret ya...," jawab saya.

"Ora Po Po.... sama dong tari barong kan mirip tari reyog..." Made Sartika menirukan gaya lagu Juve dalam menjawab pertanyaan saya, dan saya pun mengangguk.

"Memang ada perbedaan pekerja seni dengan pelaku seni Bli? Kok bikin Bli Made kelihatan marah?" pancing saya untuk mendapat penjelasan darinya.

"Semalam jengkel, masa saya dikatakan pekerja seni, emangnya saya kayak wanita nakal habis bekerja terus dapat duwit, bekerja seperti apa yang dimau orang yang memperkerjakan saya?" Bli Made Sartika terus nerocos, membuat saya semakin bersemangat.

"La terus harusnya gimana?" semakin membuat saya penasaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun