Mohon tunggu...
Nanang Diyanto
Nanang Diyanto Mohon Tunggu... Travelling

Perawat yang seneng berkeliling disela rutinitas kerjanya, seneng njepret, seneng kuliner, seneng budaya, seneng landscape, seneng candid, seneng ngampret, seneng dolan ke pesantren tapi bukan santri meski sering mengaku santri wakakakakaka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

300 Reyog Dadak Merak Di Hari Jadi Kabupaten Ponorogo

17 Agustus 2014   02:54 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:22 193 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
300 Reyog Dadak Merak Di Hari Jadi Kabupaten Ponorogo
140819146823023175

[caption id="attachment_319574" align="aligncenter" width="567" caption="135 dadag merak di alun alun Ponorogo beberapa waktu yang lalu"]
[/caption]

Bangga dan haru ketika pembawa acara 'Perayaan  Purnama' mengumukan akan diadakan tarian kolosal 300 dadak merak di Alun -alun Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ponorogo, antara percaya dan tidak karena jumlahnya sebanyak itu. Tapi ketidak kepercayaan itu sirna setelah dihitung-hitung jika seluruh dadak merak se kabupaten Ponorogo ditampilkan akan mencukupi angka itu, bahkan lebih. Karena hampir tiap dusun mempunyai paguyupan seni reyog, bila dalam satu desa ada 4-6 dusun, dan bila tiap kecamatan terdiri dari 15-20 desa, tinggal mengalikan saja dengan jumlah kecamatan di kabupaten Ponorogo.

Dan tanggal 15 ini Ponorogo memberangkatkan 115 dadag yang dikirim ke silang Monas, mewakili Jawa Timur dalam gelar budaya yang akan dibuka presiden SBY.

[caption id="attachment_319575" align="aligncenter" width="567" caption="ratusan penari terlibat "]

1408191565755965936
1408191565755965936
[/caption]

Dan hal itu sudah dibuktikan waktu pemilu pilpres kemarin bisa ditampilkan 135 dadag reyog di alun alun dengan sukses dan teratur, dimana reyog tampil dengan rapi tanpa gangguan penonton, teratur dipinggir, para pecinta photograpy teratur tidak keluar masuk dalam barisan tarian, meski dengan embel-embel partai tertentu biarlah yang penting sukses penyelenggaraannya, dan ini menjadi modal awal untuk kedepannya.

[caption id="attachment_319576" align="aligncenter" width="567" caption="seni reyog jadi sumber penghidupan"]

14081916461639297516
14081916461639297516
[/caption]

Salut pada Pak Amin  (Bupati) dalam melestarikan reyog, Bupati memperkasi berdirinya gedung kesenian Bantarangin di daerah Kauman Sumoroto, tempat ini menampung pentas seni selain yang terpusat di dalam Kota, karena Grebeg Syuro terpusat di Alun-alun Kota dan diadakan pada awal bulan Muhharam, sedangkan di Bantarangin perayaan paling besar pada akhir bulan Muharam, dibuka di alun-alun dan ditutup di Bantarangin.

Sedangkan Mbak Ida (Wabub) mencanangkan bagaimana kita bisa hidup dari seni reyog, merubah pemikiran yang selama ini menghidupi seni reyog, selama ini para pemain reyog mengeluarkan uang untuk bisa dan lestarinya seni reyog. Berdirinya sekolah sekolah tari, group tari serta perkumpulan seni reyog yang sudah tertata diharapkan seni reyog bisa menghidupan atau menjadi sumber mata pencaharian untuk pekerja seni di Ponorogo.

[caption id="attachment_319579" align="aligncenter" width="567" caption="dadag merak"]

14081933051104025421
14081933051104025421
[/caption]

Pada awalnya tarian kolosal hanya ada pada saat Grebeg Syuro, dulu bulan Muharam dianggap menjadi hari jadinya kabupaten Ponorogo, tapi sekitar 12 tahunan yang lalu setelah dimusyarahkan hari jadi di tahun Masehi jatuh pada bulan Agustus, dan tahun 2014 ini bertepatan pada Hari Jadi yang 518.

Pada saat grebeg Syuro diadakan Fetifal Reyog tingkat nasional, diikuti peserta dewasa dan diakhiri dengan kirab pusaka dari Kota Lama ke Kota Baru, ini menggambarkan pindahnya pusat pemerintahan kala itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x